How to Understand Yourself?

05.50 0 Comments A+ a-


Hari itu kami melakukan sharing session kepada para talenta-talenta muda. Hadir di panel adalah seorang CEO, seorang Marketing Director, seorang Corporate Communications Director dan seorang HR Director. Mereka saling berbagi pengalaman mereka, tantangan yang mereka alami dan apa yang membuat mereka berhasil menapak karier sampai posisi puncak. Dan talenta-talenta yang masih muda itu pun sangat terkesima mendengarkan kisah hidup mereka (yang senior) yang disampaikan dengan jujur, terbuka, dan tanpa tedeng aling-aling.

Semua menceritakan bagaimana mereka berjuang membangun karier mereka, termasuk high points and lowest points of their careers. Ada yang menceritakan bagaimana dalam masa-masa sulit sebagai expatriate di negara lain, keluarganya stres dan harus dirawat psikiater.
Ada yang menceritakan bahwa pada satu tahun yang sulit, dia kehilangan ibunya (meninggal) dan bercerai dengan suaminya.
Ada yang menceritakan bagaimana dalam sebuah krisis di kantornya, dia diteror dan harus dikawal oleh bodyguard selama 24 jam.

Semua ceritanya menarik, karena memang mereka semua belajar bahwa untuk maju, ternyata mereka semua harus menghadapi tantangan yang luar biasa!
Tidak ada nakhoda handal yang lahir di lautan yang tenang. Semua nakhoda handal harus mampu berlayar di lautan yang penuh ombak, topan dan badai. Tetapi semua pembicara pada hari itu sepakat bahwa one of the most important factor of your success is to understand yourself (mengerti diri Anda sendiri).
Tentu saja ini relevan, karena tidak semua orang bisa mengikuti jejak yang sama.

Setiap orang perlu membuat peta, rencana dan jejak langkahnya sendiri. Karena tidak ada jenjang karier yang  bisa di-copy-paste dan dilakukan oleh orang lain.
Every path is unique. Makanya, understanding yourself is becoming very important and relevant.

Kemudian ada seorang peserta yang mengacungkan pertanyaan. Dan dia bertanya, “What do you mean by understanding yourself?”
Bener juga pertanyaannya, dan pinter juga nih anak.
Semuanya bisa bilang, you have to understand yourself. Tapi maksudnya apa, sih?

Nah, hari ini kita kupas yuk tentang understanding yourself.
Apa yang harus kita mengerti dati diri kita, jiwa kita, personality kita dan karakter kita?
Berikut adalah hal-hal yang harus kita mengerti dari diri kita sendiri.

a) Understand your dream

Pertama kali Anda harus tahu tujuan hidup Anda. Understand your dream. Accept the fact that everybody’s dream is different.
Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jangan takut kalau Anda ditertawakan orang karena mimpi Anda kelihatan mustahil. Bangun mimpi Anda, dan bekerja keraslah untuk mencapai mimpi Anda.

b) Understand your potentials
Kedua , Anda harus membangun percaya diri Anda. Semua orang sukses adalah orang-orang yang mempunyai percaya diri (self-confidence) yang tinggi. Dan Anda bisa membangun self-confidence ini dengan mendata semua achievement yang Anda miliki di masa lalu.
Daftarkan hal-hal di mana Anda lebih baik dari orang lain.
Daftarkan hal-hal di mana Anda enjoy melakukannya.
Dan Anda daftar di mana passion Anda.
Di situlah area di mana Anda akan berpotensi untuk berprestasi lebih tinggi dari yang lain.
Lakukan ketiga langkah ini: Understand your potential, Build your confidence, and Perform at maximum level

c) Understand your priority
Anda sudah tahu mimpi Anda. Anda sudah tahu potensi Anda.
Itu ibaratnya Anda sedang memegang kunci mobil. Anda tahu tujuan Anda dan bensin mobil Anda sedang penuh. Apa yang Anda tunggu? Putar kuncinya, nyalakan mesinnya, dan jalankan mobilnya!
Anda sudah tahu tujuan Anda. Anda tahu potensi Anda. Apa lagi yang Anda tunggu?
Mulailah bekerja keras, meraih sukses Anda dan menggapai mimpi Anda. Tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras. Anda terpaksa harus bekerja keras siang dan malam. Itu yang dilakukan oleh orang-orang sukses sebelum Anda.
Dan itu yang harus Anda lakukan sekarang. Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan Anda.
Karena Anda harus bekerja keras untuk mencapai mimpi Anda, berarti Anda harus tahu prioritas Anda. Bekerja keras, mengembangkan kompetensi Anda, mengembangkan karakter Anda agar Anda bisa meraih mimpi Anda.
Jangan terpengaruh teman-teman Anda untuk always have fun bersama mereka. Remember, you and your friends have different dream. Don’t let them become the obstacles and prevent you from achieving your dreams.
Understand your priority, Stick to them, and Work hard to achieve your dream

d) Understand how to handle the failures
Dalam perjalanan panjang Anda untuk mencapai sukses, sayangnya perjalanan Anda akan mengalami masa-masa sulit dan banyak kegagalan.
Jangan pernah percaya bahwa orang-orang sukses itu tidak gagal. Berkali-kali, mereka semua pernah gagal. Tetapi mereka tahu bagaimana untuk bangkit dengan gagah berani setelah kegagalan yang mereka alami.
Anda harus belajar untuk menangani kegagalan dengan positif.
Lakukan eksperimen dengan gagah berani
Kalau sukses, teruskan dan lakukan eksperimen yang lain
Kalau gagal, ambil pelajaran darinya dan tingkatkan kemampuan Anda
Coba lagi

e) Understand your limits

Terakhir, jangan lupa mengenal batasan Anda. Anda boleh bekerja keras mengejar mimpi dan ambisi Anda. Tapi ingat semua orang punya limit dan batasan masih masih. Jangan sampai kerja keras Anda di luar batas stress Anda. Ingat, Anda harus memberi penghargaan untuk diri Anda sendiri.

Life is a marathon. It is going to be a long journey. Take a break and celebrate every single success that you achieve (no matter how small they are).
Remember the most important factor to build your success is to understand yourself, and you can do it by:
a) Understanding your dream
b) Understanding your potentials
c) Understanding your priority
d) Understanding how to handle the failures
e) Understanding your limits


Pambudi Sunarsihanto

What Creative Leaders Do?

17.09 0 Comments A+ a-


(Apakah yang dilakukan leader-leader yang creative?)

Kadang-kadang saya sengaja mengundang beberapa anak muda (kurang dari 30 tahun) untuk berdiskusi dan makan malam dari mereka.
Kadang-kadang mereka ingin menanyakan sesuatu kepada mereka, tetapi seringkali saya juga belajar banyak dari mereka.
Often, they have a lot of brilliant ideas we can learn from ...

Malam itu saya mengundang dua anak muda di Setia Budi One, yang kebetulan dekat dengan kantor saya.
Sebut saja namanya Adi dan Win, dua-duanya bekerja sebagai Marketing Manager (di perusahaan yang berbeda) ....

Sambil melahap soto betawi dan gado-gado kesukaan saya, mereka pun memulai pembicaraan.

"Pak Pam, kami sering bekerja dengan leader-leader di perusahaan kami. Ternyata ada dua macam leader pak.
Ada result based leaders. Mereka ini business performance nya bagus banget pak. Tapi orangnya boring  banget pak. Ngomongnya kerjaan melulu.
Pusing deh. Apa lagi kalau kerja dengan Millenial seperti kami. Gak nyambung banget deh pak.
Kemudian ada golongan kedua. Business leader yang fun banget, enak diajak ngobrol, sangat perhatian kepada anak buahnya, bahkan suka nraktir.
Tapi business performance nya hancur. Jadi biasanya baru setahun lebih dikit juga sudah diganti.

Apakah harus begitu sih pak?
Apakah memang untuk menjadi great business leader itu memang orangnya harus boring?
Apakah untuk menjadi good people leader itu memang akan membuat susah perform?
Apakah ada leader  yang performance bisnisnya bagus dan juga perhatian sama anak buahnya?"

Anak anak muda itu menanyakan sesuatu yang sangat menarik.
Dan pertama kali mari kita jawab dulu... jawabannya... ADA!
Dan tentu saja da leader yang performance bisnis nya bagus dan mampu memotivasi serta men-develop team membernya.
I have met many of them.
And I am lucky to work for some of them.
I call them creative leaders.

The next question is what do they do differently?
Remember they are  not doing different things.
They still work hard to achieve their challenging objectives.
They still make sure they develop and  motivate people.
The just do (the same) things differently.

Let's see what they do .

1. They Change the language

Those creative leaders communicate differently.
Using different methods of communication (email, one to one, post it note, fun meeting, fun team activity, poster on the wall ...)
They also use different words , different sentences that make you want to listen to them.
They are fun to listen, they are clear and easy to understand, so the followers have no trouble to follow them.
They dont use complicated words to show off how smart they are, or to test the intellectual skills of their people.
Mereka hanya berbicara dan berkomunikasi dengan jujur dan tulus dari hati ke hati.

2. They Have a lot of ideas

Leader leader yang kreatif itu asyik banget... kita akan enjoy dan have fun kalo kerja sama mereka. Mereka ini punya banyak ide dan suka mencoba coba teknik baru untuk memecahkan masalah.
Idenya gak ada habis habisnya, aneh-aneh, seringkali ditertawakan orang pada awalnya, tetapi kemudian seringkali terasa benar pada akhirnya.

3. Surprise with the obvious

Banyak ide yang pada awalnya terasa obvious. dan kita gak memikirkan , tetapi mereka sempat sempatnya memikirkan idea itu , dan pada akhirnya terasa banget manfaatnya buat bisnis.
Why? Because they take time to think and look at different perspective before they start a task.

4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Since they like to try new things (and they encourage his team to do the same), mereka suka mencoba coba, kadang kadang berhasil, kadang kadang gagal.
Tetapi kalau mereka gagal, mereka akan belajar dari situ, memperbaiki situasi dan segera move on dari kegagalan tersebut.

Remember, they are  not just good leaders, they are creative leaders!

Sudah, sekarang gak usah berandai-andai dan bilang,"Seandainya saja saya punya leader seperti itu"
Lebih baik memulai dari diri sendiri dan mencoba menjadi leader yang lebih baik dan lebih creative ....
Remember this is what they do differently ...

1. Change the language
2. Have a lot of ideas
3. Surprise with the obvious
4. Fail fast, learn fast, Fix Fast

Let's apply those in our daily work.



Pambudi Sunarsihanto