Nasehat Ayah

22.48 0 Comments A+ a-

Pada suatu hari,  menjelang Maghrib, Seorang Ulama besar memanggil anaknya yg baru saja di di daulat sbg  "Ustad pemula" pelanjut (estafet) kedudukan org Tuanya yg sangat di segani di kota tersebut.


Bpk nya berkata : " Nak, sekarang  engkau tlah menduduki Jabatan tertinggi di kota ini dalam  mengurus keagamaan di tengah Masyarakat".


Untuk menjadi seorang pemimpin keagamaan yg ber kharisma, (figur yg di hormati dan di segani) tidak lah hanya bermodalkan Ilmu atau pengetahuan saja,  tapi ada beberapa pelengkap atau penyempurna yg kau hrs tuntut atau gali sendiri sesuai dg perjalanan waktu yg kau nikmati".


Anak nya berkata : " Ohhh begitu pak, hal apakah yg hrs kami upayakan tersebut".


Selanjutnya Bpk nya bertutur : "  hal yg perlu di upayakan agar Masyarakat percaya, dan benar benar fatwa nya akan menjadi petuah bagi banyak orang adalah : 1. Jangan sekali kali kau mudah meminta,  sedikit sedikit kau meminta, sedikit sedikit "cik ah" kpd org lain, karena jika org sudah banyak ketergantungan kpd Manusia, maka Allah akan cabut dua hal, yaitu Rasa Hayya (malu),  yg ke dua adalah hormat  (org lain tak akan menghargai).


2. Jangan gampang menjanjikan kpd org lain, jika pada akhirnya akan meleset atau memang sengaja di buat meleset,  karena hal tsbt adalah perbuatan yg mengecewakan org lain dan termasuk perbuatan dosa.


3. Jangan suka menyepelekan kesulitan/ problema org lain yg di akibatkan perbuatan kita. (Dampak dari perbuatan kita yg tidak konsisten).


4. Jangan suka menghindar atau sembunyi apalagi lari dari masalah. Karena sesungguhnya org lain sedang mengkur tingkat kejujuran dan rasa tanggung jawab yg kamu miliki, apalagi kau tlah mumpuni dari Ilmu agama.


5. Jika kau membaca tentang Ilmu agama, jangan hanya membaca kulitnya saja, coba telaah atau pelajari sampai kepada cikal buah tsbt agar terasa manis dan gurihnya yg bisa memberikan berkhasiat kpd kita.


6. Jika kau sedang berbuat tidak baik, berbuat dosa, kau harus  ingat, ingat, ingat, kpd Allah, dan bertanyalah kpd Nya melalui keimanan mu, apakah Allah Ridha terhadap apa yg aku lakukan?. Jika tidak, kenapa aku suka berfatwa kpd org lain utk berbuat baik, sedangkan aku, aku, aku,  banyak dzalim kpd org lain. Sungguh apa yg aku ucapkan, bertolak dg apa yg aku lakukan.


Anak nya menyela : " wahai Ayah,  Sungguh hal itu adalah ilmu yg sangat penting dan berguna untuk aku bisa gapai di hari hari mendatang" . 


Bapak nya berkata :." Kesimpulannya nak, seperti Rasulullah menjawab pertanyaan seseorang, dikala ia bertanya ttg org org yg akan di dorong ke dalam Neraka, yaitu Org kedua yg di dorong kedalam Neraka adalah org yg tidak.sesuai apa yg di fatwakan kepada org lain, dengan apa yg ia perbuat, Dia menyuruh jujur kpd org lain justru dianya sendiri suka jalir.

Dia nyuruh kpd org lain jangan berbohong, eehh malah dirinya kalau janji suka bohong terus.

Kau nanti berfatwa kepada org lain, namun sesungguhnya, engkaulah yg harus di jejali fatwa oleh org lain.


Karena itu, janganlah sekali kali kau berkamuflase dg Allah, karena Allah SWT itu Ga inni qaariib, sangat dekat. A'laikum raaqiiba, sangat mengawasimu.

Ti was wisuu bihii nafsuh , Allah lebih dekat dari pada urat lehermu.


Anaknya berkata : " Ya Ayah, jadi Ustad itu ternyata tidak mudah, mungkin di depan Manusia, aku bisa bersilat lidah, tapi di hadapan Allah....???. 


Ya Allah lindungilah lidah ini dan perbuatan khilaf,  dari sipat pintar menunjuk org lain, tapi tak pintar menunjuk dirinya sendiri, dari pintar berfatwa kpd org lain, tapi tak pintar berfatwa untuk dirinya. Dari hal suka menuntun org lain, tapi tak pintar menuntun dirinya sendiri.

Terima kasih ayah.


#UBS