BUILD YOUR OWN MENTAL STRENGTH (MEMBANGUN JIWA PANTANG MENYERAH)

07.26 0 Comments A+ a-

 

**

Namanya Donny (bukan nama sebenarnya), seorang teman saya, yang sekarang menjadi Senior Manager di sebuah perusahaan IT, dan menjadi leader sebuah komunitas.

Bulan lalu, saya bertemu dengannya di Paul Caffe, Citos.

Sambil ngobrol, mulailah dia menceritakan perjalanan hidupnya.

**

Donny lahir di sebuah keluarga sederhana, dengan 4 anak, di sebuah pinggiran Jakarta. Sayangnya ayahnya meninggal saat mereka masih kecil. Ibunya terpaksa berjualan di pasar.

Badai pertama menerpa hidup Donny saat dia kecil. Ibunya bilang dia hanya mampu membiayai mereka sampai SMA.

Setelah lulus SMA, Donny tak mampu kuliah. Akhirnya dia berusaha mencari kerja. Sayangnya sebagai lulusan SMA, sulit sekali mencari pekerjaan. Akhirnya pekerjaan yang ada adalah menjadi Satpam di sebuah bank. Donny menjalani pekerjaan Satpam di waktu malam, dan ingin kuliah di pagi dan siang hari. Atasannya (sebut saja namanya Ibu Arita, tentu saja bukan nama sebenarnya) melarangnya kuliah, karena akan mengganggu konsentrasi pekerjaannya. Donny terus berusaha dan berdo’a.

Beberapa bulan kemudian, Ibu Arita dipindahkan ke bagian lain. Donny minta ijin untuk kuliah lagi kepada atasan yang baru. Diijin kan, dan Donny pun mulai kuliah di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta. Terbayang betapa berat hidupnya. Pagi sore kuliah dan mengerjakan tugas, malam menjadi satpam, Tapi itu semua dijalani dengan semangat oleh Donny.

Dua tahun kemudian, Ibu Arita menjadi atasannya lagi. Donny dipindahkan ke Kalimantan.

Terpaksa Donny harus cuti kuliah (sambil tetap membayar uang kuliah selama 2 tahun).

Akhirnya setelah dua tahun, Donny pun dikembalikan ke Jakarta, dan bisa kuliah sambil bekerja lagi, akhirnya lulus!

Donny mengembagkan kariernya dengan serius, dari staff yunior, bekerja keras dan belajar, sampai akhirnya sekarang menjadi Senior Manager.

**

Intinya, seberat apa pun masalah Anda, jika terus-menerus berusaha, Anda akan berhasil.

Ternyata, kesuksesan tidak ditentukan oleh mudah atau susahnya hambatan yang Anda hadapi. Semua orang, jika mau sukses, pasti akan mengalami hambatan yang berat.

Sukses ditentukan oleh keteguhan, ketegaran, dan keuletan Anda pada saat Anda menghadapi masalah (gagal naik kelas, tidak mampu membiayai kuliah, tidak diterima di universitas yang Anda mau, tidak diterima di perusahaan yang Anda impikan, bangkrut dalam usaha, ditipu, atau apa pun cobaan Anda). 

Jika mau mencapai sukses, Anda tidak akan pernah punya pilihan untuk menghindar dari masalah-masalah itu. Kuncinya adalah ketegaran, keuletan, dan keteguhan Anda. Persistence and perseverance!!!

Padahal, apa pun yang kita lakukan, biasanya selalu melalui perjuangan yang keras, jalan yang terjal, dan sering sekali banyak rintangan. Di situlah kita diuji. Dan, hanya mereka yang tahan banting akan mencapai kesuksesan!

**

Jadi, pada saat Anda sedang berjuang keras untuk mencapai Anda, dan pada saat hambatan-hambatan itu datang bertubi-tubi dan ketika motivasi Anda sedang rendah-rendahnya, apa yang bisa Anda lakukan?

Hanya karena Anda belum bisa melihat apa pun, meskipun Anda telah berusaha meraih tujuan Anda, tak berarti tidak terjadi apa-apa. Anda mungkin lebih dekat ke impian Anda daripada yang Anda kira. Jangan menyerah, bisa jadi, Anda tinggal selangkah lagi dari keberhasilan yang dituju.

Meraih tujuan yang besar, tidaklah mudah. Dalam perjalanan itu, bisa jadi Anda ingin berhenti. Jangan menyerah. Jalani hidup terbaik Anda dengan pantang menyerah. Mulailah dengan menerapkan strategi yang telah disebutkan tadi.

**

Cobalah lakukan langkah-langkah berikut ini …

a) Jadikan pola pikir “pantang menyerah”

Coba masukkan dan terapkan pola pikir tidak pernah menyerah. Terobsesilah pada keberhasilan itu. Dan lakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapainya.

**

b) Lihat keteguhan orang lain

Lihatlah orang lain yang juga pernah berjuang. Lihat film Pursuit of Happiness dan lihat bagaimana dia harus menderita, berjuang keras, dihina, dicela, menangis, meratap, ditinggal istrinya, tidur bersama gelandangan, sebelum akhirnya mencapai kesuksesannya. Baca biografi orang sukses, lihat film biografi mereka, dan itu akan mengajarkan kepada Anda apa yang harus diperjuangkan sebelum Anda mencapai keberhasilan.

**

c) Kembali ke “tujuan hidup” Anda

Ingat bahwa pada awal perjuangan Anda, ada alasan tertentu mengapa Anda memulai perjuangan ini. Mungkin, karena ingin mengubah nasib, mungkin karena ingin membangun masa depan yang lebih baik, ingin membuktikan kepada orang lain bahwa Anda mampu, ingin menjadi kebanggaan anak-anak Anda, ingin membuat mantan Anda menyesal, atau apa pun …. Ingat bahwa tujuan itu tidak akan tercapai jika Anda menyerah dan orang lain mungkin akan tersenyum karena mereka merasa benar (setelah mereka meremehkan Anda).

**

d) Temukan “cara” yang berbeda

Teruslah mencoba, tapi ubah caranya. Ingat, ada seribu jalan menuju Roma. Jika gagal, Anda harus mencoba cara lain.

Albert Einstein berkata, “Kebodohan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.” Explore, experiment, and try new way of doing things.

**

e) Berhasil di bidang lain

Kadang kala, merasa tidak berhasil membuat Anda terdemotivasi.

Anak kedua saya mengalami hal itu. Pada saat pindah ke Indonesia, dia harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru, sekolah baru, dan teman-teman. Nilai rapornya kurang bagus. Kemudian, kami menganjurkan dia berolahraga senam. Ternyata, dia senang dan berprestasi di situ, sampai mendapatkan empat medali waktu ikut kejuaraan di Manila Dari situ, tumbuh rasa percaya dirinya dan dia berpikir, “Ternyata, aku bisa menjadi juara!” Tahun berikutnya, dia belajar keras dan kemudian nilai-nilai akademisnya termasuk yang terbaik di sekolahnya. Anda bisa melakukan cara yang sama. Saat Anda sudah mencoba dan masih gagal, lakukan hal lain yang berbeda. Bangun kesuksesan Anda di area lain dan bangun rasa percaya diri Anda hingga Anda bisa mencobanya lagi.

**

f) Gunakan kegagalan sebagai batu loncatan

Pelajari apa yang telah Anda lakukan:

 • apa yang berjalan dengan baik.

 • apa yang bisa ditingkatkan.

Dan, teruslah memperbaiki diri sehingga Anda bisa lebih dekat ke kesuksesan.

**

g) Teruslah mencoba

Teruslah berusaha. Anda tak tahu sudah sedekat apa Anda dengan tujuan Anda. Jadi, tetaplah berusaha dan jangan mudah menyerah.

**

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto