Remember this

 When you loose your money, you loose nothing

When you loose your health, you loose something,

When you loose your faith, you loose everything...


Remember that!


Training KPI - BSC with PPM for Pertamina


 


Training HR Management 21-22 Sept'23 for KAI

 




BUILD YOUR OWN MENTAL STRENGTH (MEMBANGUN JIWA PANTANG MENYERAH)

 

**

Namanya Donny (bukan nama sebenarnya), seorang teman saya, yang sekarang menjadi Senior Manager di sebuah perusahaan IT, dan menjadi leader sebuah komunitas.

Bulan lalu, saya bertemu dengannya di Paul Caffe, Citos.

Sambil ngobrol, mulailah dia menceritakan perjalanan hidupnya.

**

Donny lahir di sebuah keluarga sederhana, dengan 4 anak, di sebuah pinggiran Jakarta. Sayangnya ayahnya meninggal saat mereka masih kecil. Ibunya terpaksa berjualan di pasar.

Badai pertama menerpa hidup Donny saat dia kecil. Ibunya bilang dia hanya mampu membiayai mereka sampai SMA.

Setelah lulus SMA, Donny tak mampu kuliah. Akhirnya dia berusaha mencari kerja. Sayangnya sebagai lulusan SMA, sulit sekali mencari pekerjaan. Akhirnya pekerjaan yang ada adalah menjadi Satpam di sebuah bank. Donny menjalani pekerjaan Satpam di waktu malam, dan ingin kuliah di pagi dan siang hari. Atasannya (sebut saja namanya Ibu Arita, tentu saja bukan nama sebenarnya) melarangnya kuliah, karena akan mengganggu konsentrasi pekerjaannya. Donny terus berusaha dan berdo’a.

Beberapa bulan kemudian, Ibu Arita dipindahkan ke bagian lain. Donny minta ijin untuk kuliah lagi kepada atasan yang baru. Diijin kan, dan Donny pun mulai kuliah di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta. Terbayang betapa berat hidupnya. Pagi sore kuliah dan mengerjakan tugas, malam menjadi satpam, Tapi itu semua dijalani dengan semangat oleh Donny.

Dua tahun kemudian, Ibu Arita menjadi atasannya lagi. Donny dipindahkan ke Kalimantan.

Terpaksa Donny harus cuti kuliah (sambil tetap membayar uang kuliah selama 2 tahun).

Akhirnya setelah dua tahun, Donny pun dikembalikan ke Jakarta, dan bisa kuliah sambil bekerja lagi, akhirnya lulus!

Donny mengembagkan kariernya dengan serius, dari staff yunior, bekerja keras dan belajar, sampai akhirnya sekarang menjadi Senior Manager.

**

Intinya, seberat apa pun masalah Anda, jika terus-menerus berusaha, Anda akan berhasil.

Ternyata, kesuksesan tidak ditentukan oleh mudah atau susahnya hambatan yang Anda hadapi. Semua orang, jika mau sukses, pasti akan mengalami hambatan yang berat.

Sukses ditentukan oleh keteguhan, ketegaran, dan keuletan Anda pada saat Anda menghadapi masalah (gagal naik kelas, tidak mampu membiayai kuliah, tidak diterima di universitas yang Anda mau, tidak diterima di perusahaan yang Anda impikan, bangkrut dalam usaha, ditipu, atau apa pun cobaan Anda). 

Jika mau mencapai sukses, Anda tidak akan pernah punya pilihan untuk menghindar dari masalah-masalah itu. Kuncinya adalah ketegaran, keuletan, dan keteguhan Anda. Persistence and perseverance!!!

Padahal, apa pun yang kita lakukan, biasanya selalu melalui perjuangan yang keras, jalan yang terjal, dan sering sekali banyak rintangan. Di situlah kita diuji. Dan, hanya mereka yang tahan banting akan mencapai kesuksesan!

**

Jadi, pada saat Anda sedang berjuang keras untuk mencapai Anda, dan pada saat hambatan-hambatan itu datang bertubi-tubi dan ketika motivasi Anda sedang rendah-rendahnya, apa yang bisa Anda lakukan?

Hanya karena Anda belum bisa melihat apa pun, meskipun Anda telah berusaha meraih tujuan Anda, tak berarti tidak terjadi apa-apa. Anda mungkin lebih dekat ke impian Anda daripada yang Anda kira. Jangan menyerah, bisa jadi, Anda tinggal selangkah lagi dari keberhasilan yang dituju.

Meraih tujuan yang besar, tidaklah mudah. Dalam perjalanan itu, bisa jadi Anda ingin berhenti. Jangan menyerah. Jalani hidup terbaik Anda dengan pantang menyerah. Mulailah dengan menerapkan strategi yang telah disebutkan tadi.

**

Cobalah lakukan langkah-langkah berikut ini …

a) Jadikan pola pikir “pantang menyerah”

Coba masukkan dan terapkan pola pikir tidak pernah menyerah. Terobsesilah pada keberhasilan itu. Dan lakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapainya.

**

b) Lihat keteguhan orang lain

Lihatlah orang lain yang juga pernah berjuang. Lihat film Pursuit of Happiness dan lihat bagaimana dia harus menderita, berjuang keras, dihina, dicela, menangis, meratap, ditinggal istrinya, tidur bersama gelandangan, sebelum akhirnya mencapai kesuksesannya. Baca biografi orang sukses, lihat film biografi mereka, dan itu akan mengajarkan kepada Anda apa yang harus diperjuangkan sebelum Anda mencapai keberhasilan.

**

c) Kembali ke “tujuan hidup” Anda

Ingat bahwa pada awal perjuangan Anda, ada alasan tertentu mengapa Anda memulai perjuangan ini. Mungkin, karena ingin mengubah nasib, mungkin karena ingin membangun masa depan yang lebih baik, ingin membuktikan kepada orang lain bahwa Anda mampu, ingin menjadi kebanggaan anak-anak Anda, ingin membuat mantan Anda menyesal, atau apa pun …. Ingat bahwa tujuan itu tidak akan tercapai jika Anda menyerah dan orang lain mungkin akan tersenyum karena mereka merasa benar (setelah mereka meremehkan Anda).

**

d) Temukan “cara” yang berbeda

Teruslah mencoba, tapi ubah caranya. Ingat, ada seribu jalan menuju Roma. Jika gagal, Anda harus mencoba cara lain.

Albert Einstein berkata, “Kebodohan adalah melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil yang berbeda.” Explore, experiment, and try new way of doing things.

**

e) Berhasil di bidang lain

Kadang kala, merasa tidak berhasil membuat Anda terdemotivasi.

Anak kedua saya mengalami hal itu. Pada saat pindah ke Indonesia, dia harus menyesuaikan diri dengan kurikulum baru, sekolah baru, dan teman-teman. Nilai rapornya kurang bagus. Kemudian, kami menganjurkan dia berolahraga senam. Ternyata, dia senang dan berprestasi di situ, sampai mendapatkan empat medali waktu ikut kejuaraan di Manila Dari situ, tumbuh rasa percaya dirinya dan dia berpikir, “Ternyata, aku bisa menjadi juara!” Tahun berikutnya, dia belajar keras dan kemudian nilai-nilai akademisnya termasuk yang terbaik di sekolahnya. Anda bisa melakukan cara yang sama. Saat Anda sudah mencoba dan masih gagal, lakukan hal lain yang berbeda. Bangun kesuksesan Anda di area lain dan bangun rasa percaya diri Anda hingga Anda bisa mencobanya lagi.

**

f) Gunakan kegagalan sebagai batu loncatan

Pelajari apa yang telah Anda lakukan:

 • apa yang berjalan dengan baik.

 • apa yang bisa ditingkatkan.

Dan, teruslah memperbaiki diri sehingga Anda bisa lebih dekat ke kesuksesan.

**

g) Teruslah mencoba

Teruslah berusaha. Anda tak tahu sudah sedekat apa Anda dengan tujuan Anda. Jadi, tetaplah berusaha dan jangan mudah menyerah.

**

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto


MENGAPA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN TEKNOLOGI MELAKUKAN PHK? (THE FUTURE AND HOW TO SURVIVE)

 

Beberapa minggu ini, media-media mengeluarkan berita-berita yang cukup mengejutkan.

Beberapa perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, Facebook (Meta), Amazon, melakukan PHK masal, yang kalau ditotal jumlahnya lebih dari 150,000. PHK yang terjadi di atas, mematahkan beberapa mitos yang tidak benar, seperti di bawah ini:

Pertama, Mitos bahwa “PHK hanya dilakukan oleh perusahaan yang rugi”

Well, perusahaan-perusahaan yang melakukan PHK di atas tidak ada yang rugi. Semuanya untung (dalam jumlah yang besar), profitable!

**


Mitos Kedua adalah,”Yang di PHK hanyalah karyawan-karyawan yunior  atau yang masa kerjanya rendah (atau belum lama bekerja di perusahaan).”

Menurut Forbes, karyawan-karyawan yang di PHK itu masa kerjanya rata-rata 11.5 tahun, dan banyak yang di level senior.  Kenapa? Salah satu alasan melakukan PHK adalah cost efficiency, kalau yang di PHK hanya yang level Yunior (yang gajinya rendah), maka cost efficiency tidak tercapai.

**


Mitos ketiga adalah,”Yang di PHK adalah yang performance-nya rendah”

Well, di perusahaan-perusahaan itu, yang performance tinggi, tapi departemen di mana dia bekerja digantikan oleh automatisasi (software atau artificial intelligence), tetap saja dia akan terkena PHK.

**


Ok, terus apa yang sedang terjadi saat ini? Mengapa perusahaan-perusahaan yang sedang profitable itu sibuk melakukan PHK (lay-off)?  Saya pernah menuliskan di artikel saya sebelumnya , bahwa objective bisnis untuk semua perusahaan saat ini adalah: “Deliver Today and Prepare for Tomorrow”

Apakah perusahaan anda sudah menghasilkan profit? Congratulations. Harus selebrasi, karena ada perusahaan yang sudah lama START, tapi profitnya belum pernah UP (you know which company I am talking about). 

Tetapi, make profit for today is not the only task. Ada tugas lain yang juga lebih penting, Prepare for tomorrow.


 Kodak pernah made profit, tapi kemudian bangkrut. Nokia mobile phone sempat profit nya gila-gilaan tapi tutup. Jadi selain Deliver today, make today’s profit itu hanya salah satu tugas penting. 


Prepare for tomorrow. Perusahaan seperti Google , Microsoft , Amazon tidak lagi bisa mengandalkan layanan mereka sekarang untuk terus menerus diandalkan sebagai satu-satunya revenue di masa depan.


Suatu saat  bisa saja:

- Product mereka tidak relevant lagi bagi pelanggan (yang terus berubah), atau

- Ada product saingan yang lebih baik dan lebih murah


Maka mereka harus mencari product/layanan lain yang lebih handal dan terus menerus relevant. 

Padahal untuk prepare for tomorrow kan perlu dana. Dana itu diambil dari cost efficiency yang mereka lakukan di atas.

**

Kok Paranoid amat sih? Well , you have to be paranoid, kalau hanya happy-happy dan tidak waspada, siap-siaplah kalau bisnis anda mengikuti jalurnya para legenda besar di masa lalu yang kini bangkrut.

Terus kalau kita jadi karyawan gimana dong?

Perform at your best dalam job sekarang, kemudian bersiap-siaplah untuk mempelajari kompetensi lain, sehingga, anda tidak di-PHK, atau kalaupun di-PHK maka anda bisa lebih mudah mencari pekerjaan lain.

**


Kalau jadi perusahaan, apa yang perlu dilakukan dalam suasana bisnis yang penuh ketidakpastian ini?


Richard Dobbs merekomendasikan 4 langkah di bawah ini (dikutip dan disarikan dari Harvard Business Review):

a) Be paranoid.

Apapaun yang terjadi jangan lengah. Waspadalah. Kalau situasi financial sedang membaik, berinvestasilah untuk masa depan. Ingat, tiada yang kekal dan abadi di dunia ini. Sehebat apapun product anda, suatu saat pasti akan ada product lain yang lebih baik, lebih murah atau lebih relevant dengan kebutuhan pelanggan (yang terus menerus berubah).

Kalau anda tidak bersiap-siap, anda akan punah.

Caranya gimana? Terus meneruslah untuk mengamati perilaku pelanggan, Analisa, prediksi behavior anda ke depan. Perhatikan masalah mereka. Semua product yang anda design harus memecahkan masalah mereka di masa depan (yang mungkin belum terpikirkan oleh mereka saat ini).

**


b) Radically self-disrupt.

Kirim sense of urgency ke semua karyawan di semua level. Setiap karyawan tidak boleh merasa nyaman. Ingat nyaman adalah lawan dari semua kemajuan. Kalau mau nyaman, siap-siap, gak akan maju. Kalau mau maju, siap-siap, gak akan nyaman.

Sebuah bank yang merecrut banyak insinyur IT padahal dulunya karyawannya adalah ribuan teller, pasti ada sedikit “kekacauan” di dalamnya.

Sebuat perusahaan jalan toll yang dulunya banyak penjaga toll, saat harus mengganti penjaga toll dengan system automatis, pasti ada kekacauan.

Leader yang focus pada masa depan, sengaja membuat sedikit kekacauan, self disrupt!, agar semua karyawan mengerti bahwa sebuah perubahan sedang berjalan.


Lakukan apapun yang membuat semua karyawan:

- kaget,

- tidak nyaman 

- mengerti sense of urgency bahwa kita tidak bisa santai-santai saja menghadapi masa depan

- terus menerus waspada dan tidak lengah


Tentu saja tugas leader di semua lini penting untuk mengawal perubahan, dan meredam “self-disruption” agar tidak menjadi resiko besar bagi kelangsungan bisnis.

Mereka harus mampu berkomunikasi, dan menjelaskan, mengapa perubahan harus dijalankan, apa yang akan dijalankan, apakah challenge yang akan dihadapi, dan bagaimana bersama-sama mengatasi challenge tersebut.

**

c) Build new intellectual assets.

Jaman dulu kita sangat mementingkan asset fisik. Cash, Bangunan, tanah, atau hal-hal lain yang terlihat.

Itu tetap masih penting, tapi tambahkan juga asset intellectual bagi bisnis anda. Brand yang credible.

Consumer data yang bisa dianalisa dan digunakan. Software, business process, algoritma, platform bagai komunitas anda, dan banyak asset serta platform yang dibuat untuk memastikan bahwa saat product/layanan anda diluncurkan, ekosistem sudah ada dan mendukungnya.

I-Phone tidak akan sesukses sekarang ekosistemnya tidak bagus. 

Semua product handal saat ini tidak bisa lagi stand alone, harus punya connectivity dengan product lain atau community yang mengelilinginya.

**

D) Go to war for talent.


In the end of the day, perang tidak dimenangkan karena senjata yang lebih bagus. The war is won by “the man behind the guns”. Carilah, burulah, kejarlah talent-talent yang anda butuhkan untuk menyelamatkan perusahaan anda dari badai “ketidakpastian” di masa depan.

Ingat, untuk  masa depan, anda sekarang perlu mengembangkan product/service baru yang belum anda punya sekarang. Product itu belum tentu bisa dikembangkan oleh talent-talent anda sekarang.

Cari mereka, kejar mereka, hire mereka. Jangan mengeluh karena mereka mahal, mereka dibutuhkan banyak perusahaan. The rule of demand supply akan berlaku. Jangan irit, jangan pelit. This is about inversting for your survival in the future!

**

Jadi ingat beberapa rekomendasi bagi perusahaan, organisasi dan entrepreneur, untuk survive di masa depan yang semakin tidak pasti, lakukan beberapa hal ini:

- Be Paranoid

- Radically disrupt yourself

- Build new intellectual assets.

- Go for the war of talents

**

Salam Hangat, 

Pambudi Sunarsihanto


Hari kedua Training doc Control

 



Training Document Control 25-26 Okt 2022

 



Peserta PT SBS Muara Enim


Training Evaluasi Kinerja Karyawan

 



7 TANDA BATINMU LELAH⁣⁣⁣⁣

 

⁣⁣⁣⁣
1. Mudah tersinggung.⁣⁣⁣⁣
2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah.⁣⁣⁣⁣
3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu padahal yang biasanya kamu sukai.⁣⁣⁣⁣
4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan.⁣⁣⁣⁣
5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya.⁣⁣⁣⁣
6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran.⁣⁣⁣⁣
7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah..⁣⁣⁣⁣
Hentikan sejenak aktivitas yang menyita banyak waktu.. lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Caranya??⁣⁣⁣⁣
Tidak ada dokter yang bisa mengobati sang jiwa kecuali yang memiliki jiwa.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Jaga sholat 5 waktu.⁣⁣⁣⁣
Perbanyaklah berdo'a bermunajat.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat sunnah taubat/hajat/tahajud/dhuha/mutlaq meski hanya 2 rakaat.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Setelah itu jangan beranjak.⁣⁣⁣⁣
Duduk saja. Nikmati.. meski itu hanya sekedar diam berdzikir menyebut nama Allah (kalau nggak bisa berdoa).⁣⁣⁣⁣
Atau berbincanglah sepihak dengan Allah..⁣⁣⁣⁣
Ciptakan kedekatan hanya dengan Allah.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Waktu malam lebih baik..⁣⁣⁣⁣
Berlama-lama lah di situ..⁣⁣⁣⁣
Karena jiwa yang lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Perbanyak membaca Qur'an dan artinya/terjemahan.⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣
Selamat Mengamalkan

Nasehat Ayah

Pada suatu hari,  menjelang Maghrib, Seorang Ulama besar memanggil anaknya yg baru saja di di daulat sbg  "Ustad pemula" pelanjut (estafet) kedudukan org Tuanya yg sangat di segani di kota tersebut.


Bpk nya berkata : " Nak, sekarang  engkau tlah menduduki Jabatan tertinggi di kota ini dalam  mengurus keagamaan di tengah Masyarakat".


Untuk menjadi seorang pemimpin keagamaan yg ber kharisma, (figur yg di hormati dan di segani) tidak lah hanya bermodalkan Ilmu atau pengetahuan saja,  tapi ada beberapa pelengkap atau penyempurna yg kau hrs tuntut atau gali sendiri sesuai dg perjalanan waktu yg kau nikmati".


Anak nya berkata : " Ohhh begitu pak, hal apakah yg hrs kami upayakan tersebut".


Selanjutnya Bpk nya bertutur : "  hal yg perlu di upayakan agar Masyarakat percaya, dan benar benar fatwa nya akan menjadi petuah bagi banyak orang adalah : 1. Jangan sekali kali kau mudah meminta,  sedikit sedikit kau meminta, sedikit sedikit "cik ah" kpd org lain, karena jika org sudah banyak ketergantungan kpd Manusia, maka Allah akan cabut dua hal, yaitu Rasa Hayya (malu),  yg ke dua adalah hormat  (org lain tak akan menghargai).


2. Jangan gampang menjanjikan kpd org lain, jika pada akhirnya akan meleset atau memang sengaja di buat meleset,  karena hal tsbt adalah perbuatan yg mengecewakan org lain dan termasuk perbuatan dosa.


3. Jangan suka menyepelekan kesulitan/ problema org lain yg di akibatkan perbuatan kita. (Dampak dari perbuatan kita yg tidak konsisten).


4. Jangan suka menghindar atau sembunyi apalagi lari dari masalah. Karena sesungguhnya org lain sedang mengkur tingkat kejujuran dan rasa tanggung jawab yg kamu miliki, apalagi kau tlah mumpuni dari Ilmu agama.


5. Jika kau membaca tentang Ilmu agama, jangan hanya membaca kulitnya saja, coba telaah atau pelajari sampai kepada cikal buah tsbt agar terasa manis dan gurihnya yg bisa memberikan berkhasiat kpd kita.


6. Jika kau sedang berbuat tidak baik, berbuat dosa, kau harus  ingat, ingat, ingat, kpd Allah, dan bertanyalah kpd Nya melalui keimanan mu, apakah Allah Ridha terhadap apa yg aku lakukan?. Jika tidak, kenapa aku suka berfatwa kpd org lain utk berbuat baik, sedangkan aku, aku, aku,  banyak dzalim kpd org lain. Sungguh apa yg aku ucapkan, bertolak dg apa yg aku lakukan.


Anak nya menyela : " wahai Ayah,  Sungguh hal itu adalah ilmu yg sangat penting dan berguna untuk aku bisa gapai di hari hari mendatang" . 


Bapak nya berkata :." Kesimpulannya nak, seperti Rasulullah menjawab pertanyaan seseorang, dikala ia bertanya ttg org org yg akan di dorong ke dalam Neraka, yaitu Org kedua yg di dorong kedalam Neraka adalah org yg tidak.sesuai apa yg di fatwakan kepada org lain, dengan apa yg ia perbuat, Dia menyuruh jujur kpd org lain justru dianya sendiri suka jalir.

Dia nyuruh kpd org lain jangan berbohong, eehh malah dirinya kalau janji suka bohong terus.

Kau nanti berfatwa kepada org lain, namun sesungguhnya, engkaulah yg harus di jejali fatwa oleh org lain.


Karena itu, janganlah sekali kali kau berkamuflase dg Allah, karena Allah SWT itu Ga inni qaariib, sangat dekat. A'laikum raaqiiba, sangat mengawasimu.

Ti was wisuu bihii nafsuh , Allah lebih dekat dari pada urat lehermu.


Anaknya berkata : " Ya Ayah, jadi Ustad itu ternyata tidak mudah, mungkin di depan Manusia, aku bisa bersilat lidah, tapi di hadapan Allah....???. 


Ya Allah lindungilah lidah ini dan perbuatan khilaf,  dari sipat pintar menunjuk org lain, tapi tak pintar menunjuk dirinya sendiri, dari pintar berfatwa kpd org lain, tapi tak pintar berfatwa untuk dirinya. Dari hal suka menuntun org lain, tapi tak pintar menuntun dirinya sendiri.

Terima kasih ayah.


#UBS


SCM Workshop



Learning Evolution



Menjadi Terlihat

Menjadi Terlihat

Oleh: Tusriyono Fajar Putranto (Tosi)

Hari ini saya membaca ada beberapa orang yang meminta nasihat di LinkedIn. Mereka meminta nasihat mengenai "bagaimana caranya agar hasil kerja atau kontribusi mereka terlihat oleh pihak manajemen tempat mereka bekerja?".

Sambil saya berpikir, terlintas dalam pikiran bahwa tentunya ini bukan hal yang mudah, kecuali kita adalah pemilik perusahaan tersebut, atau setidaknya masih kerabat dekat pemilik. Jika kita "hanya" karyawan biasa, maka tentunya butuh waktu untuk mewujudkannya.

Lalu, bagaimana caranya kalo ternyata kita hanya karyawan biasa?

Berdasarkan pengalaman saya, ada 4 hal yang bila dilakukan dengan baik, maka insya Allah hasil kerjamu akan terlihat, bahkan diakui.
1. Fokus pada peran.
2. Share proses dan hasil kerja.
3. Lakukan perbaikan.
4. Bantu atasan dan rekan kerjamu.

*1. Fokus Pada Peran*

Tiap orang tentunya memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya. Biasanya ini disebut sebagai job description. Nah.. sebagai titik awal, fokuslah pada job desc-mu sendiri. Baca dan pahami apa proses dan hasil yang diharapkan dari posisimu itu? Konfirmasikan kepada atasan, apakah ada hal lain yang diharapkan yang tidak tertulis di sana. Setelah paham, maka lakukanlah sebaik mungkin.

Banyak orang yang cenderung tidak fokus kepada apa yang menjadi tugasnya..malahan mengomentari tugas orang lain dan mengabaikan tugasnya sendiri.. Ini yang perlu jadi perhatian utama.. Jika tugasmu membuat laporan, maka buatlah laporan sebaik mungkin.. Jika tugasmu menjalankan sebuah mesin, maka bacalah petunjuk pemakaiannya dan jalankanlah mesin tersebut sesuai dengan aturan dan kebutuhannya.. dan berbagai contoh tugas lainnya..

Intinya, *fokuslah pada apa yang menjadi tugasmu dan lakukanlah yang terbaik*.

Bagaimana kinerjamu mau terlihat pihak manajemen bila kamu tidak menjalankan tugasmu dengan baik?

*2. Share Proses dan Hasil Kerja*

Dalam salah satu ilmu manajemen dari negara Jepang, ada yang dikenal sebagai HORENSO yang merupakan singkatan dari Hokouku - Renraku - Sodan. Singkatnya ini merupakan 3 jenis komunikasi dimana sebagai karyawan kamu perlu memberikan "laporan", memberikan "informasi", dan melakukan "konsultasi". Kepada siapa? Kepada atasan, rekan kerja, dan stakeholder lainnya.

Di dalam pekerjaan, *informasi apapun bentuknya merupakan sebuah hal yang sangat berharga..* Saking berharganya, banyak salah informasi yang mengakibatkan kerugian materi yang tidak sedikit!

Hal paling mudah yang bisa dilakukan adalah memberikan update informasi kepada atasan atau tim kerja.. Misalnya: sampai dimana progress sebuah project, kendala apa yang dihadapi selama kurun waktu tertentu, solusi apa yang telah diambil, dan lainnya.. Lakukan secara berkala, bisa di dalam sebuah meeting atau sekedar meminta waktu 5 menit..

Dengan sharing informasi ini, maka secara tidak langsung, kamu memberitahu pihak lain kinerja dirimu sendiri.. Hal ini bermanfaat bagi orang lain untuk belajar apa yang perlu dilakukan jika mereka mengalami masalah yang sama, dan di sisi lain kamu bisa dianggap sebagai seorang expert karena pernah menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah.. Masalah pun bisa segera ditangani bila kamu memberikan informasi sebuah kendala di awal terjadinya kendala tersebut..

*3. Lakukan Perbaikan*

Setelah menjalankan peran masing-masing dengan sebaik mungkin dan selalu sharing progress kerja, langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan. Perbaikan apa sih maksudnya? Segala hal yang membuat proses dan hasil menjadi lebih efektif dan efisien dapat dikategorikan sebagai perbaikan.

Mulai dari kualitas, kuantitas, harga, penghematan, durasi yang lebih singkat, bentuk yang lebih bagus, dan lainnya dapat dijadikan target dalam melakukan perbaikan.. Oya, perbaikan ini tidak harus sesuatu yang besar ya.. bisa jadi hal kecil pun sudah sangat baik.. Ingat, selama pekerjaanmu menjadi lebih efektif dan efisien, maka perbaikan yang kamu lakukan tentunya akan membawa manfaat. Dan, tentunya perusahaan tempatmu bekerja akan terbantu..

Misalnya: bentuk laporan yang tadinya terdiri dari 10 kolom, lalu disederhanakan menjadi 8 kolom dengan tetap mencakup informasi yang dibutuhkan, ini sudah merupakan perbaikan lho! Atau proses yang membutuhkan waktu 5 jam, lalu bisa dipendekkan menjadi 4,5 jam dengan tetap menjaga kualitas yang sama, atau bahkan lebih baik, maka ini pun merupakan perbaikan.

Intinya, setelah kamu paham dan menjalankan tugasmu dengan baik, maka *perhatikanlah bagian mana di dalam pekerjaanmu yang bisa diperbaiki... lalu perbaikilah...*

*4. Bantu Atasan dan Rekan Kerja*

Dalam bekerja, tentunya kita punya atasan atau supervisor yang memberikan instruksi kerja dan mengawasi pekerjaan.. Kita pun punya rekan kerja yang berada di dalam satu tim dan terkait erat satu sama lain dalam proses kerja, atau bisa jadi rekan kerja yang berada di divisi lain..

Perlu dipahami bahwa adakalanya atasan kita perlu dibantu.. Lho kok udah jadi atasan masih perlu dibantu? Bukannya harusnya dia yang bantu saya untuk menyelesaikan pekerjaan? Nanti dulu.. atasanmu itu walaupun juga bertanggung jawab atas pencapaian kerjamu, tapi dia juga punya pekerjaan lain.. Dan seringkali pekerjaannya tersebut sulit untuk dikerjakan sendiri dan sebenarnya dia perlu bantuan, tapi karena sungkan untuk meminta bantuan darimu, atau mungkin dia melihat kamu sedang sibuk dengan pekerjaanmu sendiri, maka dia tidak jadi minta bantuan..

Jadi, kamu perlu melihat situasi yang dialami atasanmu.. jika kira-kira dia perlu bantuan, maka tawarkanlah bantuan kepadanya.. Pertanyaan seperti "Bu, kayanya sedang sibuk sekali..ada yang bisa saya bantu?", atau "Pak, minggu depan ada pertemuan penting ya? Ada yang bisa saya bantu?" akan menjadi pembuka percakapan yang bagus.

_Saya pernah membantu atasan saya yang akan menghadiri sebuah seminar di luar negeri, dimana dia akan bertemu para leader dari negara lain.. Dia butuh membuat sebuah video yang akan dipresentasikan ketika seminar nanti.. Bagi saya, ini bukan hal sulit, tapi baginya ini bukan hal yang sederhana.. Singkat cerita, video tersebut akhirnya jadi dan atasan saya bisa menunjukkannya pada saat seminar dan dia pun happy.._

Hal yang sama juga berlaku untuk rekan kerjamu.. Walaupun mereka tidak terkait dengan pekerjaanmu, tapi tawarkanlah bantuan jika memang ada hal yang bisa kamu bantu..

_Saya pernah mengalami sebuah kejadian dimana salah satu rekan kerja dari divisi lain tiba-tiba datang ke meja saya di pagi hari dan mengajak untuk meeting.. Di dalam meeting itu dia bilang secara mendadak pimpinan tertinggi perusahaan kami memintanya untuk upload sebuah dokumen ke dalam sistem.. Dan sistem ini bukanlah sistem yang mudah untuk digunakan.. Memang, saya adalah yang mengajari dia bagaimana menggunakan sistem ini, tapi jujur saya pun tidak mahir karena jarang menggunakan sistem ini..

Singkat cerita, dia minta bantuan saya dan dia hanya punya waktu sampai dengan esok hari dan dokumen tersebut harus sudah terupload dan dibagikan kepada karyawan.. Di tengah berbagai kesibukan yang saya hadapi, saya berpikir bahwa rekan kerja saya ini harus dibantu.. Dan, sepertinya masih ada slot waktu yang bisa saya gunakan untuk membantunya.. Lalu, saya minta dokumen tersebut dan saya coba utak-atik sistem itu dan tidak berapa lama.. BERHASIL! Segera saya beritahukan kepada rekan saya itu dan dia sangat senang karena pekerjaannya terbantu dan tidak perlu menunggu sampai esok hari!_

Intinya, lihatlah situasi dimana kamu bisa membantu atasan atau rekan kerjamu.. Tentunya jangan mengorbankan pekerjaan.. Jika memang sedang sibuk sekali, maka prioritaskan pekerjaanmu.. tapi bila masih ada waktu luang, maka bantulah mereka.. Ini penting karena *bukan saja reputasimu sebagai bawahan dan rekan kerja yang profesional akan terangkat, tapi juga kamu akan dilihat memiliki empati dan suka membantu orang lain* yang sangat penting untuk membangun relasi dengan pihak lain.

*Butuh Waktu*
Empat hal ini tentunya bukan hal yang secara cepat bisa kamu lihat hasilnya.. Butuh waktu yang relatif lama dalam membangun sebuah reputasi sampai akhirnya bisa terlihat dan dirasakan oleh pihak manajemen..

Ingat, hanya dengan fokus kepada peranmu, maka kamu bisa menghasilkan kinerja yang baik..

Hanya dengan rutin memberitahukan proses dan hasil kerja, maka kamu akan dilihat memiliki komitmen untuk selalu menghasilkan yang terbaik..

Hanya dengan terus melakukan perbaikan, maka kamu akan dilihat peduli terhadap efektifitas dan efisiensi..

Dan, hanya dengan konsisten membantu atasan dan rekan kerja, maka kamu akan dilihat memiliki kepedulian terhadap tim kerja dan memiliki empati yang baik..

Dengan empat hal ini, perlahan tapi pasti, semua orang, termasuk level direksi akan melihat dan mengakui dirimu sebagai karyawan produktif.. bukan hanya dalam hal pekerjaan utama, tapi juga dalam membangun relasi.. semua orang yang pernah kamu bantu, baik itu atasanmu atau rekan kerjamu akan menjadi pihak marketing bagi dirimu, walaupun tidak diminta..

Selamat mencoba dan siap-siap jadi terlihat!

Tips from a Billionaire

Tips from a Billionaire (Howard Schultz) 

• Dream big dreams 
• Celebrate mistakes 
• Don't advertise 
• Change your mindset 
• Have a heart 
• Care for others 
• Have strong values 
• Do what you love 
• Exceed expectations 
• Stand for something

10 Kunci Sukses Stanley

Menurut Riset Stanley berikut ini adalah 10 faktor teratas yang akan mempengaruhi *KESUKSESAN* :

1. Kejujuran (Being honest with all People)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with People)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang di kerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong Leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/Personality)
9. Hidup teratur (Being very well-Organized)
10. Kemampuan menjual Ide (Having an ability to sell my Ideas/Products)





Saat Leadership Ibarat Latihan di Gym


Beberapa kali ikut acara di komunitas dengan pembicara salah satu HR Direktur top di salah satu perusahaan terbaik Indonesia, Pak Pambudi Sunarsihanto. Dari dua event terakhir yang saya ikuti bersama Beliau, ada satu tema yang selalu Beliau sisipkan “To Be Great Leader You Need To Inspire Your Team”. Saya setuju dengan hal tersebut, simbal bertanya-tanya, “bagaimana menginspirasi team kita?” Sayangnya dua event terakhir yang saya ikuti, Beliau tidak memiliki kesempatan waktu panjang untuk menjelaskan cara menginspirasi team.

My curiosity membawa saya untuk mempelajari lebih jauh buku-buku leadership. Dan bertemulah saya dengan satu definisi yang saya kira mendekati dengan wisdom yang disampaikan oleh pak Pambudi. Definisi tersebut berasal dari Dwight D Esienhower, “Leadership is the art for getting someone else to do something you want done because he wants to do it”. Bukankah orang yang terinspirasi oleh seseorang akan melakukan apa yang diminta inspiratory-nya karena kerelaan hati, bukan paksaan.

Lebih jauh mencari jawaban atas inspire others, ketemulah saya dengan lima tantangan leadership dari Pozner dan Kauzen. Dari lima tantangan tersebut ketemulah saya cara untuk menginspirasi team kita, yaitu dengan mempraktekan lima komitmen berupa Model The Way, Inspire a Share vision, Challenge The Process, Enable Others To Act dan Encourage The Heart.

Teorinya untuk menginspirasi orang lain itu sangat lah mudah, tantangan sebenarnya adalah saat mempraktekan ke lima komitmen tersebut. Saya berharap bahwa saat mulai mempraktekan kelima komitmen tersebut, akan langsung mendatangkan hasil dengan terinspirasinya team. Namun harapan tinggalah harapan, yang begitu tidak terjadi.

Benar apa yang dikatakan oleh Pozner dan Kauzen, bahwa leadership bukanlah kepribadian yang dibawa semenjak kecil, namun leadership adalah perilaku atau aksi yang dilakukan secara berulang-ulang dan konsisten. Jika saya ibaratkan, akhirnya menginspirasi seseorang ibarat kita pergi ke Gym.  Saat kita pergi ke Gym, kita mengharap badan kita sekembalinya dari Gym menjadi berotot. Namun saat kita melihat ke cermin, kita sadar bahwa tidak ada perubahan apapun di tubuh kita. Begitu juga dengan mempraktekan leadership untuk menginspirasi orang lain, saat kita menginspirasi orang lain dengan mempraktekan ke lima praktek tersebut, kita berharap team kita langsung terinspirasi. Namun saat kita melihat lagi ke team kita, kita mulai bertanya “kok tidak ada yang terinspirasi?”

Di sanalah saya tersadar, bahwa untuk membentuk otot yang berisi orang perlu datang berulang kali, berlatih secara benar dan disiplin, dan latihan ratusan jam. Bukankah Dwayne “The Rock” Johnson mendapatkan bentuk tubuhnya yang sekarang dari memulai latihan di usia 13 tahun. Begitu juga dengan inspiring others, teruslah berdisiplin untuk melakukan berulang-ulang kali. Dan lihatlah hasilnya kemudian

Berkah Selalu

N Kuswandi


Tips to develop



WHAT'S THE DIFFERENCE BETWEEN YOU & TONY ROBBINS?


Saat ini saya melihat ada suatu kesalah pahaman paradigma dalam industry coaching di Indonesia.

Saya ga tau ini bermula darimana, tapi ini lah yang membuat industry coaching di Indonesia stagnan.

Tidak ada inovasi-inovasi baru.

Mungkin banyak dari kita yang sejak kecil dulu ditanamkan mindset mengejar gelar seperti sarjana, magister, doktor dll.

Saya sama sekali tidak menentang untuk sekolah setinggi-tingginya.

Namun yang saya larang adalah mindset sekolah hanya untuk mengejar suatu gelar atau sertifikat, bukannya ilmu yang didapat.

Dan saya melihat ini terjadi juga di industry consulting dan coaching Indonesia.

Dimana banyak sekali coach yang terobsesi mengejar sertifikasi macam-macam untuk diletakkan dibelakang nama mereka.

PADAHAL.

Klien anda tidak peduli dengan segala macam sertifikasi itu.

Yang mereka pedulikan hanya satu, yaitu.

RESULT!

Apakah anda bisa membantu mereka menyelesaikan permasalahan mereka?

Apakah anda bisa menuntun mereka dari current situationnya menuju desired situation yang mereka inginkan?

Pagi tadi, saya iseng googling tentang sertifikasi untuk menjadi seorang life coach.

Saya menemukan ada organisasi yang bernama ICF atau International Coach Federation.

Saat ini banyak sekali coach yang merasa bahwa untuk membantu orang lain mereka harus mendapat credential dari organisasi seperti ini.

Padahal sertifikasi seperti ini hanyalah suatu bisnis yang dibuat untuk  mengisi demand kebutuhan akan 'gelar'.

Intinya, anda tidak perlu sertifikasi macam-macam untuk bisa membantu orang lain.

Tentu anda tahu Tony Robbins.

Coach paling sukses di dunia.

Tony Robbins pernah bercerita.

Saat dia pertama kali belajar tentang Neuro Linguistic Programing (NLP).

Dia mendaftarkan dirinya untuk training course selama 6 bulan.

Baru beberapa hari saja, dia sudah jatuh cinta dengan NLP.

Dia menyerap ilmu itu sangat cepat dan langsung ingin membantu semua orang dengan ilmu barunya.

Trainernya berkata.

"Hey Tony, tidak boleh karena kamu belum punya sertifikat"

Tony berkata.

"Sertifikat? saya tahu bagaimana cara membantu orang lain, ayo kita bantu"

Malam itu juga, dia keluar dari kamar hotelnya. menuju restoran terdekat dan mulai membantu orang untuk berhenti merokok dan melakukan hal-hal luar biasa lainnya.

Tony dikeluarkan dari program pelatihan itu karena dia praktek tanpa sertifikat.

and the rest is history...

Saat ini dia membantu dan merubah hidup jutaan orang menggunakan NLP.

Semuanya dilakukan tanpa sertifikat.

Dia tidak peduli dengan segala gelar dan sertifikat itu.

Yang dia pedulikan hanya satu yaitu memberikan RESULT terbaik bagi kliennya.

Semua tenaga dan pikirannya di curahkan untuk bisa memberikan itu.

Dan ini membuat programnya tidak tertandingi.

Saya sendiri memiliki gelar MBA.

Namun klien saya tidak peduli apakah saya punya gelar MBA dari Harvard University sekalipun.

Karena yang mereka pedulikan adalah RESULT yang bisa saya berikan untuk bisnis mereka.

Klien saya tidak peduli perjuangan tenaga, pikiran dan uang yang saya curahkan untuk mendapatkan knowledge dan skill ini.

Yang mereka pedulikan hanya apakah saya mampu membuat bisnis mereka ke level selanjutnya.

Jadi, tinggalkanlah paradigma lama.

Dan berfokuslah untuk memberikan RESULT terbaik bagi klien anda.

BECAUSE YOUR RESULT IS YOUR CERTIFICATION.
Radi R.

PERAMPOK CERDAS



Perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang sexy mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ” Yang sopan mbak! Ini perampokan bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ” Being professional – bertindak professional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari universitas terkenal berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ” Dasar bodoh, Uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas dari universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya untuk segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ” Tunggu dulu, kita ambil dulu 10 milliar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan uang 100 milliar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil perampokan dan perampok sangat murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat 20 milliar,orang bank tanpa usaha dapat 80 milliar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

Selamat mencermati kisah diatas. Meski  mengandung humor namun ada point-point yang bisa kita tangkap dari humor bisnis di atas...

Apakah anda bisa melihat, mengapa bangsa ini selalu ada keributan ?

Kisah Perampokan diatas, adalah representing segala sesuatu yg terjadi di Negara ini.

Design Sprint

*Memahami Google Design Sprint Demi Kesuksesan Bisnis*

Apakah Anda sudah sering mendengar istilah Design Sprint sebelumnya? Jika ya, kemungkinan besar, Anda adalah orang yang bekerja untuk sebuah perusahaan khususnya startup yang bergerak di bidang e-commerce atau Anda sendiri adalah CEO dari startup yang baru saja Anda kembangkan bersama teamwork Anda. Mungkin, Anda mendengar istilah ini dipakai di mana-mana, di banyak startup yang sudah sukses. Memang istilah yang dipakai untuk menamai sebuah metode bisnis ini bisa mengarahkan Anda pada kesuksesan bisnis Anda. Bagaimana caranya? Apa Design Sprint itu sebenarnya? Baca artikel kami satu ini!

*Definisi Design Sprint*

Design Sprint adalah lima langkah kerja yang bisa membantu perusahaan untuk membuat produk berdasarkan pemahaman akan design thinking.Design Sprint ini dibuat oleh Jake Knapp dari Google Venture pada tahun 2010 dan kini banyak sekali dipakai oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia.
Kerangka kerja Design Sprint diberlakukan dalam proses lima hari. Dalam waktu 5 hari tersebut, setiap anggota dalam tim akan berdiskusi satu sama lain sehingga dapat menghasilkan gagasan masing-masing yang kemudian akan digunakan untuk eksekusi proyek bisnisnya. Metode ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari sebuah business plan dengan membuat desain, menciptakan prototype (bentukan awal, atau reka bentuk produk mula-mula), dan juga menguji ide bisnis tersebut kepada user atau customer.
Pertanyaan yang kerap kali muncul soal Design Sprint adalah, kapan sebenarnya Design Sprint perlu digunakan? Sebenarnya, jawabannya adalah setiap saat ketika Anda atau perusahaan Anda sedang dalam proses mendesain seperti berikut:

Di awal proyek bisnis. Penerapan Design Sprint dilakukan untuk menentukan apa yang ingin ditawarkan lewat produk Anda atau saat Anda ingin menciptakan suatu visi bersama

Bila Anda atau perusahaan Anda sedang mengalami kebuntuan atau hambatan bisnis

Bila teamwork Anda sedang butuh suntikan saat memproses pembangunan sesuatu agar cepat selesai sesuai target deadline

Pada bagian penjelasan selanjutnya, kami akan menuntun Anda untuk memahami langkah demi langkah setiap harinya yang perlu dikerjakan jika Anda ingin menerapkan Design Sprint dari Google ini.

*Cara Kerja Design Sprint*

Sebelum Anda mengikuti langkah-langkah Design Sprint yang akan kami paparkan berikut, Anda memerlukan beberapa pernak-pernik kelengkapan saat melakukan meeting bersama teamwork Anda. Apa saja logistik yang perlu Anda persiapkan?

● Sticky Notes (Kertas berbagai warna yang bisa ditempelkan di papan)

● Voting Dot Stickers (Kumpulan sticker warna-warni yang bisa jadi penanda pilihan voting)

● Alat Tulis dan Buku Catatan (Berwarna-warni lebih bagus, agar teks lebih menarik disimak)

● Papan Tulis (semacam White Board, beserta Marker baik Spidol maupun Penghapusnya)

Barang-barang ini nantinya akan digunakan seperti pada gambar yang kami ambil dari Sprint Stories tim UN World Food Programme berikut ini:
Selain menyediakan benda-benda di daftar tersebut, Anda tentunya juga harus memikirkan di mana lokasi yang tepat untuk melakukan rapat atau diskusi Anda bersama teamwork. Pilihlah lokasi yang kondusif, jangan tempat umum yang ramai orang sehingga para peserta rapat dapat dengan mudah terdistraksi atau terpecah konsentrasinya. Anda juga mungkin ingin menyediakan snack dan the agar diskusi Anda tetap santai walau serius, sehingga ide-ide yang kreatif dan efektif bisa bermunculan dari anggota teamwork Anda.
Selanjutnya, Anda perlu tahu aturan dari pelaksanaan Design Sprint ini. Berikut adalah aturannya:

Team Leader dalam sebuah business project-nya disebut sebagai _Sprint Master_. Dalam menggunakan Metode Sprint Design, Sprint Master ini wajib hadir pada setiap proses diskusi yang berlangsung.

Sprint Master tidak harus CEO atau pimpinan perusahaan atau managerasal dia memiliki kemampuan dalam memimpin sebuah tim. Kemampuan tersebut seperti tanggung jawab, sikap adil, memahami masalah yang dibahas, mudah dalam mengambil keputusan, dan hal-hal leadership lainnya.

Setidaknya harus ada 3 orang atau lebih dalam proses diskusi Design Sprint . Hal ini karena tujuan Design Sprint adalah pertukaran ide atau gagasan.

Seorang Sprint Master akan menentukan dan mengambil keputusan terhadap gagasan yang diberikan oleh setiap individu dalam tim.

Baik, semuanya telah siap. Sekarang, Anda dapat beralih ke eksekusi Design Sprint. Lakukan 5 langkah penting yang kami paparkan berikut ini!

*Hari Pertama: Pahami (Understanding)*

Pada hari pertama, tahap yang Anda harus lakukan adalah memahami setiap komponen masalah yang ada di proyek Anda. Seluruh komponen tersebut termasuk business goals, siapa stakeholder Anda, bagaimana kebutuhan pengguna Anda, dan sampai batas apa kapasitas Anda (bagi yang bergerak di bidang IT yaitu kapasitas teknologi yang ada).
Memang suatu strategi bisnis bagi suatu proyek bisnis memerlukan adanya pemahaman yang menyeluruh dan mendalam. Setiap anggota Design Sprint yang terlibat perlu mengerti apa yang sedang dikerjakan dan perlu juga mendapat impact berguna. Hal yang sama juga berlaku pada klien atau user, impact harus mereka dapat.
Mengenai stakeholder, seluruh anggota Design Sprint harus mengenali siapa stakeholder mereka. Selain stakeholder, pemeran ketiga lainnya seperti customer atau user juga perlu dikenali dan diperhatikan dengan baik. Misalnya, produk yang akan dibuat adalah mobile app, maka pertanyaan utamanya adalah apakah mobile app ini akan berguna bagi semua mayoritas pengguna mobile device yang ada. Jadi, wawasan psikologi-sosial manusia juga diperlukan untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan baik stakeholder maupun user yang ada.
Ada beberapa teknik spesifik yang biasa dilakukan dalam tahap pertama Design Sprint ini. Berikut adalah teknik-teknik itu:

● Wawancara terhadap user/ customer baik di kantor perusahaan Anda, di luar kantor atau di tempat kerja mereka. Hal ini dilakukan untuk lebih memahami konteks dan permasalahan mereka secara terperinci

● Membuat focus group dengan user/ customer di mana Anda mencoba memahami kebutuhan dan masalah mereka dalam setiap user’s journey yang dialami selama ini

● Membuat focus group dengan customer service dari perusahaan Anda. Mereka sebenarnya merupakan orang-orang yang paling mengetahui atau mengenal user/ customer soal permasalahan platform yang terjadi.

● Mengadakan survey untuk memahami konteks teknologinya, kebutuhan dan masalah dari orang-orang

● Analisis masalah yang ada dari semua online tools/ metric untuk memahami masalahnya baik secara kualitatif maupun kuantitatif

*Hari Ke-2: Kembangkan (Diverge)*

Pada tahap “Kembangkan” di hari ke-2 ini, Anda dan tim harus mendefinisikan atau mencarikan solusi dari permasalahan (yang sudah sempat dibahas di tahap sebelumnya “Pahami”). Pada tahap ini pula harus ditemukan kunci strategi dari masalahnya agar fungsi problem solving terlaksana.
Hal lain yang perlu diperhatikan pada tahap ini adalah, usahakan Anda membatasi luas masalahnya, jangan melebar ke mana-mana. Coba untuk fokus pada masalah yang semula sudah dirumuskan bersama-sama. Jika ada masalah-masalah lain yang timbul, coba ukur tingkat keperluannya atau urgency-nya, bila tak terlalu berdampak coba abaikan saja.

*Hari ke-3: Putuskan (Decide)*

Pada tahap “Putuskan” di hari ke-3 ini, seluruh anggota tim akan berdiskusi untuk menentukan ide-ide yang terbaik. Ide-ide tersebut nantinya akan diimplementasikan ke dalam proyek bisnis Anda. Hampir setiap orang harus menyampaikan gagasan yang unik atau berbeda pada tahap satu ini. Kemudian, semua ide atau gagasan itu akan diputuskan berdasarkan sistem voting. Jika Anda menggunakan dot stickers, setiap orang menempelkan satu dot sticker ke kertas sticky notes berisi gagasan yang mereka anggap terbaik. Setelah itu, hitung mana suara terbanyak dan itulah ide yang akan dieksekusi di tahap-tahap berikutnya hingga proyek berhasil. Terakhir, buat gambaran atau sketsa dari proyek tersebut yang akan dieksekusi lebih lanjut nantinya.

*Hari ke-4: Buat Prototype (Create Prototype)*

Pada tahap “Prototype” di hari ke-4, Anda dan tim akan memproses penciptaan produk mula-mula sebagai tester. Developer akan berkumpul untuk mendiskusikan lalu membuat rancangan nyata dari suatu produk sehingga nantinya bisa diadakan demo pada user dalam tahap berikutnya. Tahap ini memang yang tersulit, apalagi Anda harus menekan biaya karena produk yang dibuat bukan hasil akhir, hanya gambaran atau percobaan namun tetap harus teliti sehingga tanggapan user di tahap terakhir nanti bisa positif (tidak ditolak secara mentah-mentah).

*Hari ke-5: Validasi (Validate)*

Pada tahap “Validasi”di hari terakhir ini, prototype produk yang sudah Anda dan tim buat akan diuji dan dinilai oleh para user. Inilah yang dimaksud dengan validasi. Anda memerlukan validasi dari end user tersebut. Pengujian ini sangat penting untuk dilakukan oleh user yang tepat. Maksud dari user yang tepat adalah seseorang yang memiliki wawasan atau keahlian cukup di bidang terkait produk yang akan dirilis. Bisa jadi, mereka adalah pengamat IT bagi Anda yang ingin meluncurkan teknologi terkini. Pengujian tidak boleh dilakukan oleh developer dari perusahaan Anda sendiri karena hasil penilaiannya pasti akan bersifat subjektif dan kurang jelas (sebab Developer hanya bisa mengira-ngira kekurangan apa yang ada pada produk). Penguji yang baik dapat mewakili perasaan atau kebutuhan dan keinginan semua user lainnya.

*Manfaat Design Sprint*

Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa Anda raih bagi bisnis Anda jika Anda melaksanakan Design Sprint ini. Berikut kami memaparkan lima di antaranya:

*Solusi Simple Untuk Tantangan Bisnis yang Kompleks*

Sejak awal, Anda bisa membagikan gagasan dengan bebas bersama para stakeholders Anda dalam menciptakan dan membuat visi bersama, khususnya membicarakan potensi kegagalan maupun kesuksesan Design Sprint Anda dengan bebas. Inilah alasan utama mengadakan Design Sprint, untuk menemukan sebanyak mungkin poin-poin kelemahan dari business project Anda dan menemukan bersama-sama bagaimana solusi terbaiknya. Bila diiringi dengan komunikasi yang efektif, Design Sprint ini juga bisa memperkirakan kendala apa yang akan ada pada produk bisnis ini dan melakukan validasi ke klien. Tingkat kemudahan dalam melakukan Design Sprint juga bergantung pada bidang yang digeluti dan lingkungan yang terbentuk.

*Hasil Cepat dan Efektif*

Kelebihan lainnya yang didapat dari pelaksanaan Design Sprint adalah hasilnya yang cepat dan efektif. Di era serba cepat dan digital ini, semua hal butuh solusi cepat. Semua perusahaan berlomba-lomba mengatasi masalah atau menangani tantangan bisnisnya secepat mungkin dan seefisien mungkin. Beberapa perusahaan besar bahkan menyewa pakar atau ahli dari luar instansinya untuk mencarikan solusi bagi perusahaannya. Hal ini dikarenakan semakin besar suatu perusahaan, akan semakin sulit birokrasi yang ada, birokrasi ini bisa menghambat. Penyelesaian masalah yang ada jadi lambat, tidak seperti perusahaan-perusahaan rintisan semacam startup. Contohnya pada Spotify. Perusahaan yang menyediakan jutaan lagu digital yang bisa diakses streaming baik secara gratis atau membayar akun premium ini mampu melakukan business maintaining dengan team kecil yang fokus. Mereka juga melaksanakan Design Sprint dengan baik untuk menghasilkan produk mereka yang kini telah dipakai oleh 75 juta pengguna di seluruh belahan dunia.

*Resiko yang Lebih Kecil*

Apa yang dimaksud dengan resiko yang lebih kecil pada Design Sprint? Intinya, dengan melaksanakan Design Sprint ini, Anda memotong budget dan mempersingkat waktu dalam mengeksekusi ide bisnis Anda. Bayangkan, Anda bisa mempersingkat waktu pengembangan yang tadinya harus berbulan-bulan dan melakukan pengujian atau user testing hanya dalam beberapa hari saja. Design Sprint memang merupakan metode yang luar biasa bagus. Semakin cepat Anda membuat prototype Anda, semakin cepat pula Anda bisa melakukan validasi ke para investor, klien, atau stakeholder Anda.

*Kolaborasi yang Efisien dan Demokratis*

Design Sprint ini bisa mendorong terbentuknya kolaborasi dari berbagai macam kelompok orang yang memiliki kemampuan di bidang yang berbeda-beda pula. Design Sprint yang seperti itu mampu menciptakan pengalaman kerja yang memuaskan. Hal ini di karenakan Anda dapat memacu kreativitas, memacu orang-orang untuk berpikir di luar kebiasaan mereka atau “out of the box” dan membandingkan semua perspektif unik yang ada. Semacam sesi brainstorming yang lebih efektif dibandingkan dengan yang dilakukan secara terpisah sendiri-sendiri (setiap lembaga atau departemen masing-masing). Di samping itu, Design Sprint dapat menghindarkan Anda dari kejenuhan rutinitas karena ide-ide yang muncul kerap kali mengejutkan atau “fresh”. Terakhir, ini adalah cara yang demokratis dalam proses pembangunan bisnis Anda karena semua orang dapat turut bersuara.

*Menunjukkan Penghargaan Pada User/ Customer*

Sekarang, ada banyak perusahaan atau pebisnis yang merendahkan nilai dari klien atau customer. Mereka mengabaikan pentingnya user-centered. Maksud dari user-centered adalah mengutamakan kebutuhan dan keinginan klien atau pengguna dari jasa maupun produk Anda. Mereka menganggap keluhan atau kendala dari satu atau dua pelanggan tidak berarti atau diabaikan begitu saja karena customer lainnya tidak mengeluhkan hal tersebut. Kejadian-kejadian seperti ini bila berlangsung terus-menerus akan tanpa disadari mengancam bisnis Anda. Dengan adanya Design Sprint ini, Anda melatih diri Anda untuk melihat dari kaca mata klien atau user . Bagaimanapun juga, customer adalah penentu kesuksesan bisnis Anda. Ulasan produk yang negatif bisa saja Anda hapus atau tidak tampilkan di product page, namun mereka bisa saja kesal dan menyebarkan beerita betapa buruknya bagaimana perusahaan Anda memperlakukan mereka dan penjualan Anda jadi menurun karenanya.

*Simpulan*

Melalui artikel ini, Anda telah mendapatkan informasi yang cukup lengkap mengenai Design Sprint. Kami tidak hanya mendefinisikan apa itu Design Sprint, tetapi kami juga memaparkan apa saja keuntungannya dan bagaimana cara kerjanya bagi Anda yang ingin mengembangkan usaha Anda. Jika Anda ingin mengerjakannya dengan sebuah modul resmi Google, Anda dapat mengunjungi halaman website Design Sprint Kit Google . Anda juga dapat melihat-lihat bagaimana berbagai perusahaan atau organisasi ternama melaksanakan Design Sprint mereka hingga berhasil, pada website Sprint Story . Anda akan menemukan inspirasi dan motivasi yang bisa memacu kesuksesan Design Sprint Anda sendiri. Metode ini memang sangat cocok dilakukan oleh para pebisnis yang baru saja memulai dan mengembangkan perusahaannya, semacam startup. Hal tersebut dikarenakan jumlah SDM yang cenderung sedikit dan cara berpikir atau mindset yang cenderung terbuka pada perusahaan rintisan. Metode ini bisa jadi strategi bisnis yang sangat berguna bagi startup. Jangan lewatkan artikel kami lainnya yang dapat membantu startup Anda sukses, kami sempat membuat artikel mengenai cara membentuk teamwork yang produktif bagi startup dan menjelaskan alasan mengapa banyak startup yang gagal.

Semoga membantu!