STAY RELEVANT, STAY COMPETITIVE
**
Minggu lalu, sebuah perusahaan raksasa teknologi dari Eropa mengumumkan bahwa mereka akan melakukan PHK pada ribuan karyawannya. Padahal laporan keuangan perusahaan itu sangat baik. Net Income naik, sales naik, Gross margin di 48.1%, dan EBITDA marginnya 28.1%.
Mungkin akan banyak yang bertanya-tanya. Kalau perusahaan dengan kinerja financial bagus seperti itu, mengapa harus melakukan PHK pada ribuan karyawan?
Karena:
- *Dunia memang sedang tidak baik-baik saja*, banyak krisis global di depan mata, semua harus melakukan efisiensi dan jaga stamina untuk krisis yang mungkin akan berkepanjangan ini
- Setiap perusahaan, dalam situasi apapun, *harus meningkatkan efisiensi*, dan menurunkan cost, termasuk cost ketenagakerjaan (ingat, profit = revenue – cost), harus cari cara meningkatkan revenue dengan meningkatkan cost (dan ini banyak alternatifnya).
- *Stay competitive*: harus selalu memperhatikan berapa cost kita, dan dibandingkan dengan competitor kita, ingat di luar sana, banyak competitor yang menawarkan harga yang lebih efisien dengan quality yang sama (atau lebih baik)
- Banyak perusahaan akan menerapkan *digitalisasi, automatisasi dan artificial intelligence*: dalam karier saya, saya perlu membangun pabrik dengan kapasitas yang lebih tinggi, tapi dengan cost yang lebih rendah. Sebuah pabrik yang dibangun tahun 1990, dengan 1200 karyawan, ternyata saat pabrik dengan kapasitas yang lebih besar dibangun tahun 2010, hanya membutuhkan 50 karyawan. Sebuah pabrik yang dibangun tahun 1980 dengan 12,000 karyawan, ternyata saat dibangun tahun 2020, hanya membutuhkan 300 karyawan. Semua dimungkinkan karena perkembangan teknologi, digitalisasi dan artificial intelligence. Perusahaan yang tidak melakukan itu akan ketinggalan (dari competitornya).
**
Konsekwensi bagi para karyawan adalah: *Semua harus bersiap-siap*. Kalau tidak belajar, menambah ilmu dan kemampuan, kita akan dengan mudah digantikan oleh karyawan yang lebih muda (dan lebih murah), atau digantikan oleh digitalisasi dan artificial intelligence. Maka kita semua perlu belajar keras setiap hari, agar kita terus relevant, dan terus bertahan. Kecuali kalau memang kita ingin membuka perusahaan sendiri (dengan segala keuntungan dan resikonya).
Kalau tidak, ya tetap harus bersiap-siap sekitainya , anytime kita diminta keluar karena tidak relevant lagi (seperti karyawan-karyawan perusahaan teknologi dari Eropa di atas, diPHK saat kinerja financial perusahaan lagi bagus-bagusnya (analogi nya, seperti diajak putus pacarana, saat kita sedang sayang setengah mati pada kekasih tersayang, sakit kan?
**
Apa yang perlu kita lakukan sebagai business leader?
Andrew Grove, co-founder INTEL, pernah mengatakan,"*Only paranoid will survive*" (this means others will die, the ones who are complacent will die).
Karena paranoid selalu waspada, karena paranoid selalu panik. Karena paranoid merasa selalu dalam kegelapan. Well... mungkin life is not that extreme. But please make sure you are not complecent.
Sekarang saya akan memberi contoh perusahaan perusahaan yang complacent atau lengah atau lupa.
a) *Lupa melihat customer*
Sebuah perusahaan tinta cetak photo ternama dari Jerman lupa dan lengah melihat trend bahwa customer tidak mencetak photo lagi. Akibatnya pendapatan merosot tajam dan akhirnya bangkrut.
b) *Lupa melihat competitor*
Sebuah perusahaan handphone ternama lupa atau lengah melihat bahwa kompetitor mereka maju jauh lebih pesat sementara mereka berkutat dengan software platform milik mereka sendiri. Mereka ditinggalkan customer setia mereka dan pendapatan menukik tajam.
c) *Lupa melihat technology*
Sebuah perusahaan baja dulunya sangat jaya, mereka merajai pasar, dengan baja yang mereka produksi, Ternyata mereka lupa atau lengah melihat bahwa teknology dari negara lain mampu membuat baja dengan teknologi dan cost yang jauh lebih rendah dan quality yang sama. Akhirnya pelanggan mulai berpaling,Akibatnya pendapatan perusahaan menurun tajam dan perusahaan itu kini terlilit banyak hutang,
Ada 3 faktor LUPA (atau complacent), semuanya konsekwensi nya fatal bagi bisnis.
Ingat, semuanya bermula dari lupa atau lengah melihat sekeliling kita, dan lengah untuk berwaspada menghadapi masa depan.
**
Jadi apa dong yang harus kita lakukan sebagai seorang leader?
1. *LETTING GO THE PAST GLORY*
Jangan terbuai dengan kejayaan di masa lalu. Sebesar apapun kita, sehebat apapun kita, ternyata masih bisa juga hancur ditelan waktu apabila lengah. Lihat contoh contoh di atas.
Mindset untuk tidak terus menerus terbuai dengan masa lalu tetapi fokus kepada masa depan akan sangat penting untuk survival kita.
**
2. *DEVELOP A BOLD VISION FOR THE FUTURE*
Bersama sama tim kita harus mengembangkan visi baru yang ambisius, jelas dan bisa menginspirasi semua team member.
a) Set the objectives
b) Visualize the success: Draw the picture how the success would look like.
c) Then motivate your team to move to the right direction.
d) Implement with consistency
Lihat ke empat Langkah tersebut: a), b), c) dan d). Banyak yang hanya melakukan a) dan d), lupa melakukan b) dan c). Maka banyak yang gagal bertransformasi (70%) karena hal tersebut. Lakukan dengan konsisten keempat Langkah di atas.
**
3. *ENGAGING YOUR EMPLOYEES AND ALL KEY STAKEHOLDERS*
"The worse situation a leader can be in, is when he has no follower"
Kadang kadang leader terlalu ambisius dengan visinya, berlari cepat seorang diri dan baru menyadari bahwa ternyata anak buahnya nggak ada yang ikut di belakangnya.
You have to engage all the team members and all the key players, your peers, your boss and your stakeholders.
**
4. *BUILD LEARNING AGILITY AND KEEP FUTURE-FOCUSED*
Pada saat team sudah berlari kencang tetaplah waspada. Ingat bisa saja trend berganti begitu cepat.
Bisa saja customer meninggalkan kita karena hal hal yang selama ini tidak kita perhitungkan.
Makanya kita harus selalu waspada dan terus menerus membentuk learning agility, kemampuan seorang individu dan sebuah organisasi untuk mempelajari hal hal baru demi masa depan.
**
Salam hangat,
Pambudi Sunarsihanto
