WHAT CAN DIFFERENTIATE YOU FROM OTHERS?
Saat saya sedang sharing tentang “Crafting the vision of your career” di Universitas Indonesia, ada seorang mahasiswi (sebut saja namanya Clarissa) yang bertanya, ”Pak Pambudi, terima kasih untuk sharingnya yang sangat menginspirasi. Saya sebenarnya juga dari dulu melakukan hal yang sama. Saya punya rencana, saya banyak bekerja keras dan belajar. Tetapi entah kenapa teman-teman saya kok banyak yang meledek saya. Mereka bilang, santai saja menghadapi hidup, jalani seperti air yang mengalir. Mengapa demikian ya Pak? Terus , saya harus bagaimana menghadapi ledekan mereka.”
**
Wah pertanyaan Clarissa sangat mengena dan relevant. Jawaban bagi Clarissa adalah,”Kan memang jauh lebih sedikit jumlah orang yang sukses dibandingkan dengan yang average. Jadi memang Sebagian besar orang akan bertanya-tanya mengapa kita harus bekerja keras. Bukankah kita harus menikmati hidup, enjoy, healing, bahkan ada yang mengajarkan kita pasrah dan menerima apapun yang kita punya. Tapi jaman makin sulit, dan kaum average akan kesulitan di masa depan.”
Kebetulan beberapa hari sebelumnya saya membaca tentang teori yang bernama “2% mindset”.
Di Amerika Serikat Dr. Myron Rolle menyampaikan bahwa ternyata memang hanya 2 percent dari populasi yang mempunyai growth mindset, mereka yang selalu punya adrenaline untuk melakukan yang terbaik, meskipun itu harus dijalani dengan susah payah. Berarti normal kan, kalau seandainya Clarissa termasuk yang 2 percent dan mungkin saja ada 98% yang merasa aneh dan akan meledeknya?
**
Dr. Myron Rolle percaya bahwa siapa pun dapat menggunakan konsep 2% mindset ini untuk menjadi lebih baik atau bekerja keras mencapai objective yang kita inginkan.
"Dengan konsep ini, kita bisa memiliki kesuksesan kecil setiap hari, dan kemudian sebulan lagi, sekarang, dua bulan lagi, setahun lagi, kita bisa berkata, lihat betapa jauh lebih baik apa yang kita dapatkan ini, dan lihat berapa banyak lagi kita bisa capai , asalkan kita berusaha dan mendapatkan pencapaian kecil, setiap hari"
**
Jadi pesan saya buat Clarissa, dan teman-temannya ...
Memang di dunia ini tidak semua mempunyai growth mindset (pemikiran untuk terus berkembang). Jadi jangan khawatir kalau menjadi minority (yang diledek). Karena suatu saat nanti, setelah lulus nanti, juga tidak semuanya akan berhasil dalam karier dan kehidupan mereka. Hanya yang mempunyai growth mindset yang akan terus berkembang dan berhasil. Dan itu ternyata hanya 2% dari populasi.
**
Mayoritas dari populasi biasanya hanyalah: Play save (bermain aman), mencari solusi yang aman, mudah dan tidak beresiko, Want to be liked by everyone (hanya menginginkan untuk disukai orang lain, padahal yang disukai banyak orang juga belum tentu berhasil), Procrastinate (menunda-nunda untuk bekerja melakukan perbaikan), Fear (ketakutan untuk keluar dari zona nyaman), Tidak menyukai perubahan (Padahal perubahan itu perlu untuk terus berkembang dan maju, meskipun pada awalnya perubahan itu susah dilakukan)
**
Terus, bagaimana karakter dari 2 persen populasi yang mempunyai growth mindset itu?
a) Going for your dreams
Mereka ini sejak kecil mempunyai cita-cita yang tinggi dan mimpi yang besar. Karena tinggi-nya cita-cita mereka, banyak yang kadang meledek mereka. Bahkan ada yang mengolok-olok,”Mimpi kali yeee.” Biasanya hal ini tidak mengecilkan hati mereka, dan biasanya mereka tetap akan bekerja keras untuk mencapai cita-cita mereka.
**
b) Confidence
2% populasi ini biasanya mempunyai rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi. Di jaman digital ini kita memerlukan talenta yang mempunyai competence, confidence dan communication skills. Harus seimbang di antara ketiga hal itu.
**
c) Like the change
Mereka yang mempunyai growth mindset, mereka menyukai perubahan. Mereka mengerti, ada dua kata yang tidak bisa berjalan bersama, nyaman atau maju. Kalau mereka mau nyaman, ya berarti tidak akan maju. Kalau mereka mau maju, ya harus bersiap-siap, hidupnya tidak akan nyaman.
**
d) Embracing the unknown
Bekerja keras, untuk mencapai masa depan yang lebih baik, itu juga beresiko, dan belum tentu berhasil. Kadang gagal, kadang malu, kadang pedih. Apalagi di jaman yang penuh ketidakpastian ini. Mereka yang punya growth mindset, akan menyukai ketidakpastian, suka mengambil resiko, dan mengerti bahwa mereka bisa gagal, tetapi akan terus bangkit dari kegagalan, mencoba dan mencoba lagi, sampai akhirnya benar benar mencapai tujuannya.
**
e) Act in spite of fear
Bagi Sebagian besar orang, FEAR adalah (Fear of Everything AND Run, takut menghadapi semua resiko dan lari), padahal seharusnya FEAR itu Face Everything AND Rise, keberanian menghadapi resiko dan ketidakpastian dan bangkit. Mereka terus mencoba sampai berhasil.
**
Pertanyaannya, apakah anda termasuk 98% mayoritas? Atau termasuk 2% populasi yang mempunyai growth mindset itu?
Jawaban dan pilihannya nya ada di tangan anda sendiri.
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto

