HOW TO PREPARE FOR THE CRASH?

17.07 0 Comments A+ a-

 

(Apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi krisis?)

**

Namanya Emma, dia adalah seorang wanita yang menjadi General Manager sebuah perusahaan ternama di Jawa Timur. Saya mengenalnya pada saat dia menghadiri peluncuran buku saya di kota itu, beberapa tahun yang lalu. Minggu lalu, dia menyempatkan diri ngobrol dan diskusi dengan saya, saat sedang perjalanan bisnis ke ibukota.

Saya masih teringat, dia tampak begitu antusias mendengarkan sharing saya dan sempat bertanya pada sessi tanya jawab. Setelah acara selesai dia minta tandatangan dan nomor handphone saya (off course!).

Hari itu dia diskusi dengan saya.

“Mas Pam, dunia akan menghadapi krisis… Perang makin berkepanjangan. Harga bahan bakar minyak akan meroket. Mata uang asing akan melonjak . Harga barang barang dan kebutuhan makin tinggi.

Mau tidak mau, perusahaan saya akan menghadapi masa krisis. Ibaratnya pesawat, kita akan crash, atau minimal mesinnya terbakar. Apa yang saya bisa lakukan?”

**

Emma sangat cerdas. Sementara yang lain masih menunggu dan menunggu. Emma sudah bersiap-siap (dan tahu) bahwa krisis akan terjadi. Bagaimana seandainya tidak terjadi? Ya tidak apa-apa, toh tidak ada ruginya bersiap-siap. Tapi bila krisis terjadi, she will be ready. Lebih baik sedia paying sebelum hujan!

Bahasa management-nya,”Only paradoids will survive.

Ini yang disebut “sense of urgency”, A strong feeling that something needs to be done immediately or very soon.

**

Padahal semua bisnis menghadapi krisis. Itu pasti terjadi. Saya pernah bekerja di Bluebird. Pernah menghadapi krisis perang tarif (atas-bawah), pernah menghadapi gempuran start-up online (dengan aplikasi), pernah menghadapi ancaman pandemy COVID. Dan mereka terus menerus survive, dan bahkan sekarang mencetak profit yang naik terus. Mereka selalu siap menghadapi krisis.

Padahal banyak perusahaan yang gagal, seperti halnya Kodak yang hancur karena orang tidak lagi mencetak foto, seperti halnya Nokia yang bangkrut, karena orang gak lagi banyak ngomong di handphone.

Kuncinya adalah, selalu siaga, selalu percaya diri, jangan rendah diri, jangan lupa diri, tetapi selalu mawas diri.

Apa yang harus Emma lakukan sebelum perusahaan yang dia tangani ini crashed dan jatuh berkeping-keping?

**

OK, sebenarnya sebelum semuanya terlambat. Mulai sekarang Emma seharusnya sudah menyiapkan sumber pendapatan baru selain pendapatan utamanya.

Seperti halnya dalam industri lain. Kalau anda berjualan martabak harus siap-siap, suatu saat lagi (sebentar lagi) kesadaran akan kesehatan makin tinggi, dan pembeli martabak akan turun drastis.

Kalau anda  berjualan rumah, anda harus siap-siap bahwa suatu saat nanti para millenial akan males beli rumah, daripada beli rumah mahal mahal, mendingan uangnya bisa dipakai untuk jalan-jalan dan pamer di social media setiap kali kan? 

Kalau anda berusaha dalam perhotelan, anda harus bersiap siap dengan kompetitor baru, bukan hotel lain, tetapi AirBnB dan HomeExchange.

Semuanya harus bersiap-siap cari sumber pendapatan baru, waktu kinerja bisnis anda masih jaya-jayanya, bukannya sesaat sebelum bangkrut!

Seharusnya begitu ...

**

Ibaratnya sebuah pesawat yang dipiloti oleh Emma, kalau krisis ini berkepanjangan, pesawat ini sedang menukik tajam dan sebentar lagi “crashed”.  Apakah yang harus dilakukan oleh Emma? Masih banyak! Jangan takut Emma.

Jangan menyerah, menyerah itu berat (kata Dilan), biar orang lain aja yang menyerah, kamu jangan !!!

Terus apa dong yang bisa dilakukan oleh Emma untuk menyelamatkan pesawatnya....

Beberapa hal ini bisa dipertimbangkan untuk dilakukan ....

a) *CONTINUE TO SURVIVE,REDUCE YOUR LOAD*

Pertama kali, Emma harus berusaha survive. Semangat! Tapi untuk survive tidak bisa hanya dengan semangat! Emma harus mengurangi beban perusahaan , pangkas biaya pengeluaran sebanyak-banyaknya. Bahkan terpaksa mengurangi pegawai yang tidak berkinerja baik. Memang sulit dan menyedihkan, tetapi tidak ada pilihan lain. Kalau mau pesawatnya terus menerus terbang, ya bebannya harus dikurangi. Itu caranya untuk survive!

**

b) *LOOK FOR NEW OPPORTUNITY*

Cari peluang baru! Bluebird mencari peluang baru dengan juga menyediakan aplikasi online.

Garmin yang tadinya menjual GPS, mencari peluang baru dengan mengembanhkan gadget fitness dan jam tangan modis. Fuji film menciptakan peluang baru dengan menjual zat kimia ke perusahaan kosmetika.

Dalam bisnisnya, Emma harus menciptakan peluang baru di luar yang selama ini dilakukan.

Brainstorming dengan teamnnya, bikin workshop, dan diskusika  apa peluang baru yang bisa dikerjakan!

**

c) *GET THE NEW PEOPLE ON BOARD*

Nah, sesuai dengan opportunity baru, berarti anda perlu untuk merecruit talent-talent baru kan?

Kodak gak bisa berbah menjadi perusahaan digital karena mereka masih mengandalkan begitu banyak insinyur kimia, dan tidak merekrut insinyur digital. Bluebird survive, karena mengefisienkan tenaga-tenaga kerja operasional di pool, dan merekrut artificial intelligence programmers. Banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan karena kekurangan capability yang diperlukan di masa depan.

Emma harus segera menentukan new opportunity yang akan dia fokuskan dan segera merekrut talent-talent baru yang dia butuhkan.  

Kalau gak punya duit gimana? Lha, kan di step di atas, ada phase mengurangi LOAD, mengurangi BIAYA, dan mengurangi kartawan, kan? LAKUKAN!

**

d) *DESIGN SOMETHING NEW, ORIGINAL, DIFFERENT*

Bikin sesuatu yang baru dong! Jangan contek punya orang. Cari ide ide baru. Jangan takut, masih banyak yang belum diciptakan dan dikerjakan oleh orang lain. Pada saat di dunia perhotelan sudah banyak hotel mewah, tiba tiba ada yang mengembangkan hotel budget.

Pada saat hotel budget meraja lela, tiba-tiba ada yang mengembangkan AirBnb, sebuah sistem di mana kita bisa menyewa apartemen atau rumah milik orang lain dengan memesan dan membayar online. Tidak lama kemudian ada yang mengembanhkan HomeExchange dan HomeSwap di mana kita bisa menukar rumah kita dengan rumah orang lain di negara lain agar kedua belah pihak bisa liburan gratis tanpa membayar hotel. You see, there is always a room for innovations. The only limit is (not the sky) ,the only limit is your own imagination. Invent something new. Innovate! That s the key to your success in the future!

**

e) *EXECUTE with DISCIPLINE*

Langkah terakhir, apapun ide anda, apapun inovasi anda , jalankan dengan penuh disipline. Banyak sekali perusahaan yang punya ide bagus tapi gagal mengimplementasikan. Kuncinya hanya satu, execution discipline. Dan ini hanya bisa terjadi kalau seluruh team member bekerja sama denga optimum dan penuh motivasi. Seandainya masih gagal? Coba lagi! You might be  very close to your own success!

**

Salam Hangat


Pambudi Sunarsihanto