BE A LEADER, BEHAVE LIKE A CHALLENGER
(JADILAH Market Leader, TAPI BERTINDAKLAH SEPERTI seoang competitor)
**
Piala Dunia Sepakbola baru saja dimulai. Siap-siap, bapak-bapak dan para pecinta bola, akan begadang lagi. Entah kenapa, pertandingan-pertandingan yang menegangkan dijadwalkan mulai sekitar jam 2 atau jam 3 pagi.
Ada beberapa fenomena yang menarik ….
a) Brazil ditahan seri Maroko, kesebelasan yang dulu tidak diperhitungkan sama sekali, tapi sekarang menjadi kesebelasan rangking 7 terbaik di dunia
b) Perancis dikalahkan Pantai Gading 2-1, di pertandingan persahabatan, sebelum mulai Piala Dunia (bayangkan Perancis yang mantan juara dunia 2018, dan mantan runner up 2022, dikalahkan).
C) Spanyol ditahan seri Cape Verde (negara berpenduduk 500 ribu yang baru pertama Kali ikut Piala dunia. Jumlah penduduk nya lebih sedikit daripada Kabupaten Magetan).
Tapi ada 1 fakta yang lebih fatal. Italia (negara yang menjadi juara dunia 4 kali), gagal masuk Piala dunia, kalah di babak qualification, tiga kali berturut-turut. Bayangkan, Raksasa sepakbola dunia (masa lalu) tidak ikut piala dunia sejak tahun 2018. Terakhir kali mereka ikut piala dunia adalah tahun 2014. (Wajar kalau jumlah shio astrologi Cina ada 12. Kalau sudah 12 tahun gak ikut piala dunia, Italia sudah kenyang dimaki-maki sebagai shio Monyet, Ular, Anjing, Babi …dan lain lain). Menyakitkan sekali
Ini membuat kita menyadari bahwa kejayaan masa lalu tidak bisa menjamin kesuksesan di masa depan.
Sama seperti di bisnis, perusahaannya sekarang sedang sedang sukses dan profitable, belum tentu akan terus berjaya di masa depan.
**
Beberapa perusahaan tenggelam dalam kesusksesannya, beberapa tim sama sekali tidak competitive lagi, Bahkan cenderung malas, hanya meneruskan business as usual, hanya menjalankan order taking, dan tidak berinovasi lagi (product, process, cara penjualan ...dll). Seolah-olah mereka menjadi “UNTOUCHABLE”. Padahal mereka adalah market leader seharusnya mereka harus tetap "lapar", tetap competitive dan terus menerus berinovasi. Sering kali jarak market share antara mereka dengan competitor mereka makin lama makin tipis.Dan kalau ini dibiarkan, lama lama competitor bisa menyalip kita. Yang secara jangka pendek kelihatannya OK, tapi di jangka panjang kelihatannya beresiko sekali.
**
Kita mengenal namanya "champion syndrome". Kalau kita sedang di posisi kedua atau ketiga hidup kita semangat. Karena tiap kali kita bangun pagi, kita datang ke kantor dengan semangat untuk mengalahkan juara bertahan. Kita selalu terobsesi dan melihat ke depan. Lha kalau kita jadi Juara 1 gimana? Di depan kita gak ada siapa siapa. Kita mau.melihat kompetitor, mereka ada di belakang kita. Nanti jatuh kalau berlari ke depan tapi terlalu banyak melihat ke depan. Padahal menjadi no. 1 sekarang bukan jaminan akan selalu sukses di masa depan. Begitu banyak perusahaan yang menjadi No.1 tapi kemudian lengah dan akhirnya binasa. Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi perusahaan perusahaan yang sekarang sedang berjaya.
**
Terus bagaimana dong? Intinya adalah....
• Become No. 1, but behave like No. 2. Jadilah market leader. Tapi bertindaklah seperti competitor. Jadilah organisasi yang sukses, tapi tetap harus lapar, agresif, inovative dan competitive, everyday.
• Kalau di depan anda tidak ada competitor (karena anda sudah menjadi No. 1), ciptakan musuh bayangan di depan anda.
Your enemy will be yourself.
• Selalu bandingkan performance anda tahun ini dengan performance anda tahun lalu.
Perbesar growth anda dari tahun ke tahun.
**
Terus secara kongkrit, apa yang kita bisa lakukan bersama dengan tim kita di perusahaan.
1. Focus on your customers
Selalu amati apa yang customer anda lakukan. Siao siap berinovasi untuk memenuhi kebutuhan mereka. Look, watch, observe and analyze your customer. Tidak boleh lengah, selalu amati mereka, dan berikan apa yang terbaik (dan paling relevant) untuk mereka.
**
2. Be paranoid, scare yourself, scare your team
Memang enak kalau kita menjadi pemenang. Masalahnya bisnis kita ini bukan seperti lari 100 meter (sprint). Bisnis kita ini bisa diibaratkan seperti marathon.
Perlombaan lari yang sangat panjang.
Memerlukan stamina yang tinggi.
Competitor anda akan selalu bersiap siap untuk mengejar dan menyalip anda.
Scare yourself. Scare your team. Wake up. Send the sense of urgency.
**
3. Build a challenger mindset
Bersikaplah seperti nomor dua atau tiga
Kalau perlu undang mereka yang sedang menjadi challenger di industry lain dan tanyakan apa saja yang mereka lakukan agar competitive.
Undang juga seorang market leader yang lama berada di posisi puncak di Industri lain dan tanyakan bagaimana mereka mempertahankan diri sekian lama.
**
4. Make a plan to improve your organization or your team. Every year, every quarter, every month, every week.
Co-create a plan untuk melakukan perbaikan bersama dan kita.
**
5. Implement your plan with strong execution discipline
Setelah plan, sekarang waktunya untuk mengeksekusi plan anda dengan disiplin.
Monitor the progress, follow up and act accordingly.
6. Reward your "most competitive" team members
Jangan lupa untuk menghargai mereka yang competitive (mereka ini yang paling lapar dan menghormati rule of the game).
Hargai mereka, reward mereka. Dan gunakan mereka sebagai contoh bagi yang lain.
Use them as your change agent.
Jadi ingat ya .... to continuously stay in top position, you have to behave like No. 2.
Dan inilah yang bisa dilakukan ...
**
Remember, in the end of the day, you have to be No. 1, and by behaving like No.2 or No.3, it will help you to stay on top.
Salam Hangat,
Pambudi Sunarsihanto
ACCELERATING YOUR CAREER DEVELOPMENT
Namanya Jihan, dia adalah salah satu mentee saya. Jihan bekerja sebagai Sales Manager di sebuah perusahaan teknologi besar dari Eropa. Jihan cerdas, penuh percaya diri dan sangat ambisius. Dia pernah sekolah di Australia, dan pernah bekerja di Singapore dan Australia, dan sekarang di usianya yang masih muda, dia sudah mendapatkan 2-3 kali promosi. Saya kagum pada Jihan yang mempunyi prestasi sebagus itu dan masih mampu juggling dengan kehidupan keluarga dengan kedua anaknya yang lucu-lucu (dia pernah menunjukkan foto mereka ke saya di sela sela mentoring session kami). Hari itu kami melakukan diskusi kami di sebuah restoran di Pondok Indah Mall.
**
Dan di tengah tengah diskusi tiba tiba Jihan bertanya,"Mas Pam, apa yang saya bisa lakukan lagi untuk mempercepat progresi karier saya. Apa yang harus saya lakukan?".
Sebenarnya, untuk mempercepat kariernya, Jihan juga harus mengerti beberapa aspek dari business itu sendiri. Jihan memang jago di sales, pertanyaannya apakah Jihan mengerti masalah finance, HR dan bahkan operational aspects. Jangan sampai karena tidak mengerti Finance, Jihan mengejar angka sales, tapi sebenarnya lupa memperhatikan cash-flow perusahaan. Atau jangan sampai karena Jihan tidak mengerti masalah HR atau people management, nanti dia sangat agressive mengejar business objectivenya dan ternyata karyawannya yang bagus bagus malah kabur semua karena merasa diexploitasi. ntinya jangan sampai Jihan merasa bahwa karena performance nya yang sangat hebat dalam bidang sales, membuat dia merasa bahwa dia akan terus menerus dipromosi ke level yang lebih atas. (What got you here won’t get you there).
**
Apa yang dia perlu lakukan?
1. Define your career aspirations
Apapun yang anda lakukan saat ini coba pikirkan sejenak, sebenarnya suatu saat nanti anda ingin menjadi apa? CEO? Direktur Keuangan? Direktur HR? Atau ingin menjadi konsultan? Atau ingin menjadi enterprenneur? Gantungkan cita cita anda tinggi tinggi di langit. Ingat , yang bahaya itu bukannya punya cita cita tinggi dan tidak tercapai. Yang bahaya itu adalah punya cita cita rendah dan tercapai.
**
2. Define your career path
Nah, mungkin anda gak bisa melangkah langsung dari posisi anda sekarang ke posisi anda berikutnya.
Tetapi anda bisa menggambar the perjalanan anda dari posisi anda sekarang , ke posisi anda berikutnya, ke posisi berikutnya lagi sampai akhirnya menjadi posisi yang diinginkan. Selama anda membuat plan, merencanakan dan kemudian mengimplementasikan plan itu dengan disiplin anda pasti akan mampu mencapai cita cita anda.
**
3. Define what is the job (role) that you aim in 2-3 years
Nah sekarang lihatlah dulu, apa yang ada di depan mata, 2-3 tahun lagi. Posisi apa yang anda tuju (yang akan membawa anda lebih dekat ke posisi yang akhirnya anda cita citakan). Ingat posisi anda 2-3 tahun lagi bisa berarti promosi (satu level di atas anda), atau mungkin lateral (posisi lain, levelnya sama tetapi pada function atau depatemen yang berbeda). Misalnya dari seorang IT Manager menjadi seorang Finance manager. Kenapa ? Karena mungkin untuk menjadi seorang CEO (pada akhirnya) anda memerlukan competence dalam hal finance. Dan itu akan lebih cepat anda dapatkan kalau anda mengerjakan tugasnya (dan bukan hanya sekedar belajar teori dari buku). Terus bagaimana caranya kalau seorang IT manager bisa menjadi finance manager? Sabar ... sabar, akan diterangkan di steps steps berikutnya.
**
4. Define the competence requirement for that job
Nah sekarang waktunya nanya ke seseorang yang sekarang sudah menempati posisi tersebut (atau ke HR). Tanyain apa saja sih 5-6 competences yang dibutuhkan supaya seseorang bisa perform pada posisi itu. Misalnya (- leadership, - financial understanding,- business acumen,- customer relationship management,- project management,- product knowledge,- managing innovations ... etc). Pilih 5 atau 6 aja yang paling penting
**
5. Identify your competence gap
Nah sekarang analisa competence anda sendiri. Idealnya ada beberapa kompetensi yang anda sudah ready. Dan ada beberapa kompetensi yang anda masih belum menguasai. Nah, Idealnya anda punya 2-3 gaps. Kalau gaps nya kebanyakan, ganti posisi lain. Berarti anda tidak akan siap menuju ke posisi itu dalam 2-3 tahun lagi. Kalau anda gak punya competence gap, berarti anda sudah menguasai semuanya, ya buat apa anda ke posisi itu? Anda gak akan banyak belajar kan? Ganti , cari posisi yang anda masih punya 2-3 gaps yang anda akan bisa kembangkan dalam 2-3 tahun ke depan.
**
6. Develop your competence
Nah, setelah ketahuan competence gaps nya berarti anda sudah bisa mulai mengembangkan diri, belajar untuk menutup gaps tersebut. Caranya bagaimana?
a) Belajar teori
dengan membaca buku dan mengikuti training. (Please , jangan bilang perusahaan saya tidak menyediakan bukunya atau trainingnya). Ini karier anda sendiri, nanti kalau dipromosikan gajinya ya anda nikmati sendiri, berarti kadang-kadang, kalau harus beli buku atau ikut training, ya anda harus bayar dengan uang anda sendiri!
b) Belajar dari orang lain (coach)
Cari orang yang sudah menguasai bidang kompetensi yang ingin anda pelajari. Fokus sediakan waktu untuk belajar dari dia. Bilang terus terang , anda ingin mempelajari bidang itu dari dia. Tanyakan kalau ada hal hal yang anda juga bisa bantu untuk dia. Remember it is about take and give!
c) Volunteer to do extra work
Next, setelah anda cukup belajar sudah waktunya mempraktekkan pengetahuan anda kan. You have to learn by doing it! Berarti tanyakan ke department terkait , adakah project project yang anda bisa kerjakan. Win win solution kan? Mereka dapet kerjaan gratisnya. Anda dapet ilmu dan pengalamannya.
By the way, you have to do this extra work, additionally to your current work .... Apa yang selalu saya bilang, kalau ingin lebih sukses dari yang lain, anda memang harus bekerja lebih keras daripada yang lain. Life is simple!
**
7) Develop your network
Nah, terakhir jangan lupa membina jaringan, networking dan hubungan baik dengan semua orang. Often it is not about your knowledge and experience, it is not about what do you know. But it is about who do you know in your network reach. Develop your network supaya orang orang tahu siapa anda, performance anda, potensi anda, strength anda, agar pada saat ada posisi yang tepat, mereka mencari dan memanggil anda!
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
FACING THE UNCERTAINTY
**
Hari Sabtu malam, di dalam mobil saya, di antara hujan rintik-rintik di Jakarta, seorang teman saya menelpon. Sebut saja namanya Melanie (saya memanggilnya Mel).
“Mas Pam mau ke mana?”
“Mau ke café di Jakarta, nonton bareng Final Liga Champion Eropa bersama teman-teman.”
Mel yang tidak tahu sepakbola (tidak tahu apa bedanya off-side dan corder), bertanya,”Siapa yang main Mas? ”. Waduh, Mel ternyata tidak update sama sekali.
“Mel! Kamu sudah berapa lama, gak baca berita bola?”
“Mungkin 10 tahun lalu! Jadi siapa yang masuk final mas?”
“Paris Saint Germain lawan Arsenal.”
“Whattttt…. Paris Saint Germain itu nama club bola? Bukannya nama Café di Paris?”
Dan club yang dulunya tak dikenal itu, akhirnya meraih gelar Juara Champions League dua kali berturut, setelah menang lewat adu penalty.
**
Dan itulah dunia saat ini. Betapa cepatnya dunia berubah. Club-club besar di masa lalu bisa saja tenggelam. Club baru seperti PSG jadi Juara Liga Champion Eropa .
“Kenapa begitu Mas?”. Saya menjawab, “Dunia berubah begitu cepat.”
Bukan hanya di sepakbola, dalam politik, dalam bisnis juga. Zaman berubah, perilaku pelanggan berubah, peta politik global berubah, bisnis pun harus berubah. Pada saat kita pikir kitaberlayar di laut tenang, ternyata badai dan topan menerpa, siap merobek layar kita. JC Penney di Amerika ditinggalkan pelanggannya. Pada saat Manchester United ditingalkan Alex Fergusson, mereka tak pernah jadi juara lagi. Pada saat Totenham Spurs, dulunya jaya di papan atas, mereka terpuruk ke ranking bawah dan hampir terdepak dari Premier League. Saat Nokia sedang lengah, ternyata pelanggan beralih ke iPhone. Saat Kodak sedang menikmati keuntungan, ternyata orang tidak mencetak foto lagi. Perusahaan yang memperoduksi minuman bersoda dan bergula, banyak yang sadar pentingnya gaya hidup sehat. I can go on and on... dan semuanya mengalami krisis yang sama. Yang tadinya ada di atas, akan turun (seperti perusahaan-perusaahaan di atas, dan club-club bola jaman dulu). Mereka hanya bisa bangkit kalau bekerja keras dan cerdas. Nama-nama baru yang dulunya tidak terdengar (seperti club bola Paris Sain Germain, mobil BYD, TicToc, Temu, Mixue, Lukin ) sekarang menjadi market leader dan merajai dunia. Jangan berpikir bahwa fenomena ini hanya ada di perusahaan kita atau di industri yang kita geluti. This phenomena is everywhere. Attacking your company. Attacking your industry. Attacking your country. So, be prepared!
**
Kompetitor sudah bersiap-siap dan mengintai setiap kali. Siap dengan jurus-jurus barunya untuk menarik pelangganpelangga kita. Bila tidak waspada dan tidak berubah, nasib kita akan segera mengikuti Kodak, Sony Walkman, Nokia, Blackberry, JC Penney, dan lain lain. Di sinilah pemahaman
kelakuan pelanggan (consumer behavior) menjadi penting. Mengerti perilaku, memahami tren, dan melakukan penyesuaian strategi bisnis (accordingly) adalah satu-satunyakunci untuk sukses kita di masa depan. Semua hal di atas memang mudah dikatakan, tapi susah dilakukan (easier said than done). Menurut John Kotter, hanya 30% dari semua program transformasi organisasi yang pernah berhasil. Ada banyak faktor yang membuat sebuah organisasi harus berubah, internal dan eksternal. Secara internal, bisa saja terjadi perubahan kepemimpinan, perubahan strategi, atau perubahan ketersediaan sumber daya.
**
Secara eksternal, bisa saja terjadi perubahan peta kompetisi, perubahan regulasi, perubahan peta geopolitik, dan lain-lain. Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan besar bangkrut, seperti Hertz, NPC (franchise Pizza Hut), CMX Cinemas, Rubie’s Costume, Brooks Brothers, J.Crew, J.C.Penny, Gold’s Gym, Chesepeake Energy, dan lain-lain.
Contoh yang nyata terjadi di JC Penney. Dulunya, JC Penney sangat populer di Amerika. Kemudian, Ron Johnson mengambil alih kepemimpinan, dengan janji menjadikan JC Penney sebagai “toko favorit di Amerika.” Tanpa menguji reaksi pembeli terlebih dahulu, JC Penney mengubah iklan, logo, desain toko, dan model harga. Semua ini adalah upaya untuk membuat pengecer tersebut lebih disukai pembeli yang lebih kaya. JC Penney menyingkirkan merek-merek private label teratas dengan pengikut setia dan memperkenalkan merek-merek baru yang kurang relevan bagi pelanggan berpenghasilan rendah dan menengah. JC Penney meninggalkan pelanggan lama dan berasumsi bahwa pelanggan baru akan muncul secara tiba-tiba. Kesalahan terbesar adalah mengakhiri kupon/voucher dan penjualan obral yang menjadi bumerang, membuat mereka ditinggalkan pembeli dan akhirnya bangkrut.
**
Pelajarannya apa? Kenali pelanggan, penuhi keinginan pelanggan, dan manjakan pelanggan, dalam situasi apapun. Jangan ulangi contoh JC Penney di atas. Jawabannya? Transformasi!
Berdasarkan observasi dan pengalaman saya, sebenarnya sebuah transformasi yang akhirnya berjalan dengan baik, dilakukan dengan menjalankan empat aspek di bawah ini:
1. STARTS WITH WHY
Transformasi ke depan hanya bisa dilaksanakan kalau kita memperkuat fondasi sebuah organisasi, yang sudah terbukti menjadi landasan kuat yang membuatnya berjaya di masa lalu. Banyak perusahaan melakukan kesalahan dengan mencoba bertransformasi dan mengubah semuanya, bahkan
menghentikan sesuatu yang sebelumnya sudah bagus dan menjadi kekuatan mereka.
Maka, jika sebuah perusahaan dulunya hebat karena pelayanan, kejujuran, dan kepedulian, hal-hal tersebut harus terus dilakukan, diperkuat, dan diperbaiki terus-menerus.
**
2. ENGAGE EVERYBODY
Ajaklah semua orang, semua pemimpin, dan semua karyawan untuk berpartisipasi di dalam transformasi tersebut. Tidak mungkin sebuah transformasi hanya dilakukan oleh direksi atau para pemimpin. Transformasi harus dijalankan oleh semua orang dari level yang paling atas sampai level yang paling bawah, karena pelanggan akan menilai sebuah perusahaan dari hubungan nyata yang mereka rasakan dari pengalaman berinteraksi dengan perusahaan tersebut. Kadang-kadang interaksi tersebut tidak
terjalin setiap hari dengan direksi atau pimpinannya, tetapi interaksi pelanggan dapat terjadi dengan karyawan, bagian pelayanan pelanggan, dan bagian penjualan.
**
3. DELIVER TODAY’S OBJECTIVE
Transformasi ke depan bukan berarti kita melupakan kinerja atau target hari ini. Namun, apapun yang dilakukan ke depan, kita tetap harus memperhatikan bahwa semua target hari ini dapat tercapai. Ingat, kita sudah menjanjikan kepada para pemangku kepentingan untuk mencapai target pada tahun ini, pada semester ini, pada kuartal ini, dan bahkan pada bulan ini, dan itu sangat penting untuk dicapai. Jangan
sampai kita merusak kepercayaan para pelanggan, pemangku kepentingan, atau pemegang saham dengan tidak mencapai target tersebut. Hal itu bisa membahayakan kredibilitas kita untuk membangun masa depan yang lebih baik.
**
4. BUILD THE FUTURE TOGETHER
Bagaimana kita membangun masa depan bersama dengan menjalankan inovasi-inovasi tersebut. Kunci keberhasilannya ada dua, yaitu memperkuat fondasi bisnis (pelayanan pelanggan, keramahan, dan kejujuran) dan membangun aplikasi yang membuat pelanggan lebih mudah memesan. Apapun yang terjadi, semua organisasi perlu membangun masa depan denganberinovasi. Banyak yang ragu-ragu berinovasi, karena takut akan gagal atau tidak mendapatkan keuntungan. Padahal, memang banyak inovasi yang akan terlebih dahulu gagal pada awalnya, dipelajari dan diperbaiki terus-menerus.
Dream big,start small, and act now!
**
Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto
Training Preview
About Basuki
Follow Us
Popular Posts
-
Bella adalah VP Finance di sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Dengan kinerja-nya yang bagus dan potensinya yang tinggi, dia terma...
-
Jaman berubah, perilaku pelanggan berubapeta politik global berubah, bisnis harus berubah. Pada saat kita pikir kita berlayar di laut tena...
-
(Rintangan apakah yang anda singkirkan?) •• Kita semua pasti pernah merasakan bahwa dalam berbisnis banyak sekali rintangan yang kita hadap...
-
Malam itu saya makan malam di Penang Bistro, di Pacific Place, di dekat kantor saya, bersama seorang teman. Sebut saja namanya Sylvia (seor...
-
Beberapa minggu ini, media-media mengeluarkan berita-berita yang cukup mengejutkan. Beberapa perusahaan teknologi global seperti Google, M...
-
Thalia bekerja di sebuah perusahaan teknologi di Jakarta sebagai internal audit. Dia perform dengan sangat bagus, dan dia menikmati kehidupa...
-
Paris Saint Germain memenangkan Champions League karena pelatihnya yang hebat (Luis Enrique). Manchester United dulu Berjaya karena Alex Fer...
-
Di balik setiap anak yang luar biasa, biasanya ada orang tua yang luar biasa. Namun dalam kisah keluarga ini, kata "luar biasa" te...
-
*Memahami Google Design Sprint Demi Kesuksesan Bisnis* Apakah Anda sudah sering mendengar istilah Design Sprint sebelumnya? Jika ya, kemu...
Client
Perusahaan yang telah menggunakan jasa basukiss
client
perusahaan yg telah menggunakan jasa Basuki

