MENJADI SEORANG LEADER DI ERA PENUH KETIDAKPASTIAN

17.13 0 Comments A+ a-

Perang, perang, perang. 

Perang belum juga selesai. Dan kita tidak tahu sampai kapan. Di beberapa negara harga BBM sudah naik, bahkan tidak tersedia. Resikonya, ada kemungkinan kita mungkin juga akan mengalami hal yang sama. Kalau begitu, harga-harga barang kebutuhan akan naik, daya beli masyarakat menurun, dan orang-orang akan mulai menyeleksi hanya membeli barang kebutuhan pokok saja. Beberapa perusahaan global sudah ancang-ancang, berusaha berinovasi, menambah stream revenue baru, sambil sekaligus melakukan efisiensi, mengurangi cost, ujung-ujungnya beberapa perusahaan akan mengurangi jumlah karyawan. Apakah saya paranoid? Mungkin, tapi kadang-kadang yang paranoid akan survive, yang lengah dan santai-santai kehilangan relevansi.

**

Malam itu saya berdiskusi dengan Tania, seorang teman lama. Tania masuk dalam country leadership team di sebuah perusahaan Amerika. Dan hari itu Tania cerita ke saya bahwa CEO nya akan diganti. Pasti hal ini menambahkan ketidakpastian (uncertainty). Padahal pada saat yang bersamaan ada business transformation yang sedang berjalan. Semua Director (termasuk Tania) harus mempropose business model dan organization structure yang baru.

Tania meneruskan ceritanya ...

Dalam suasana seperti inilah timnya, anak buahnya pasti akan banyak banyak bertanya , bagaimana ke depannya ..., apa yang akan terjadi ..., bagaimana nasib mereka ... akankah ada effisiensi? Dan sebagai seorang leader , Tania harus "menenangkan" dan "memotivasi" anak buahnya. Padahal uncertainty (ketidakpastian) ini juga berlaku bagi semua orang termasuk leadernya juga. Jadi, apa yang harus kita lakukan sebagai seorang leader kalau kita berada dalam suasana seperti yang dialami Tania di atas.

**

Ini menarik untuk dibahas, karena saat ini dunia memang penuh dengan ketidakpastian. Business kita, perusahaan kita, department kita, jabatan kita, karier kita memang penuh dengan ketidakpastian. Suatu saat pada sebuah seminar ada seorang karyawan yang menanyakan,"Pak Pambudi, di perusahaan saya itu tidak ada kepastian tentang perusahaan" Well, let me tell you one thing, di jaman ini memang tidak akan pernah ada kepastian. Jaman sudah berganti mas (dan mbak). You cannot expect certainty.

Dunia begitu berubah karena beberapa faktor yang selalu berubah di bawah ini:

- macro economy

- peta politik dan government policy

- daya  beli masyarakat

- kompetisi yang semakin ketat

**

Jadi memang resikonya adalah kita harus selalu siap dengan perubahan dan kita harus siap menghadapi ketidakpastian. Mengharapkan kepastian itu seperti halnya mau berlayar tapi tidak siap menghadapi badai. Angin, topan dan badai pasti akan datang. Tergantung bagaimana kita menghadapinya. Saya pernah melihat film berjudul Poseidon, di mana kapalnya bocor, mesinnya ada yang rusak. Kapal terombang ambing dan air laut mulai memasuki kapal. Pada saat itu berdirilah sang Nahkoda dengan gagah beraninya dan berteriak kepada semua penumpang.

"Perhatian ... perhatian. Kapal kita sedang bermasalah. Ada kebocoran dan ada kerusakan mesin. Kita sedang memperbaikinya dan sedang memanggil bantuan dari darat. Jangan panik. We will be saved"

That's the attitudes of a leader. Transparan , tapi menenangkan dan memotivasi!

Inilah yang kita harapkan dari seorang leader. Jangan hanya menampilkan berita bagus saja. Harus transparan. Ibaratnya pilot, penumpang pesawat kita berhak mengetahui cuaca dan situasi perjalanan mereka.  Kita harus transparan dan menenangkan!

**

Dan di sinilah bedanya seorang leader yang biasa biasa saja dan seorang great leader. Seorang great leader mampu bersikap transparan dan memotivasi anakbuahnya dalam suasana yang penuh dengan ketidakpastian. Terus, apa yang harus dilakukan seorang leader dalam situasi seperti itu?

Lets try the 5 recommended steps bellow:

1. *BE HONEST AND CONSISTENT*

Jujurlah, transparanlah , dan konsisten.

Terangkan ...

- apa yang kita ketahui

- apa yang kita tidak ketahui

- apa yang kita ketahui tetapi belum boleh diceritakan karena masih berupa wacana dan  belum menjadi keputusan

Don't lie to people. They are smart, they will know when you lie and you will lose your credibility.

**

2. *MEET OFTEN and EVALUATE MINDSET*

Dalam suasana ketidakpastian, sebaiknya kita sering sering bertemu mereka. Mereka perlu dimotivasi. Kita perlu mengevaluasi mindst dan kondisi emosional mereka. Kalau jarang bertemu kita akan kehilangan opportunity untuk meng-assess mereka dan akan susah untuk memotivasi mereka.

**

3. *LISTEN AND PAY CLOSE ATTENTION*

During the uncertainty, they need you (as their leader), more than ever. Focus on them. Spend time with them. Listen to them. Pay attention to them. Adresse their concern. Bersama sama , kita mendiskusikan masalah bersama, mencari solusi bersama, kemudian menerapkan solusinya bersama sama.

**

4. *CREATE and SHARE KEY LEARNING MOMENT*

Ingat bahwa dalam suasana ketidakpastian, tidak ada yang tahu pasti apa yang harus dilakukan. Tetap saja kita harus bereksperimen dan mencoba-coba. Kadang-kadang berhasil , kadang kadang gagal. That s ok. Nobody can predict the future. Apapun yang terjadi , renungkan dan ambil pelajarannya, bagikan dan analisa bersama tim kita.

**

5. *REVEAL YOUR EXECUTIVE PRESENCE*

This is uncertainty period. Tetapi kita tetap harus menunjukkan bahwa kita adalah "leader"nya. You are the   boss. Tetap tunjukkan visi strategis kita, trend future, dan juga kemampuan kita mengelola stakeholders tim kita. Setelah itu terjemahkan menjadi action plan yang membantu tercapainya strategic objective kita. That s how you show that you are a real leader.

Jadi ingat ya, justru di saat saat penuh ketidakpastian, team kita membutuhkan kita sebagai seorang leader.

Nah, kita bisa melakukan lima langkah di bawah ini ....

1. BE HONEST AND CONSISTENT

2. MEET OFTEN and EVALUATE MINDSET

3. LISTEN AND PAY CLOSE ATTENTION

4. CREATE and SHARE KEY LEARNING MOMENT

5. REVEAL YOUR EXECUTIVE PRESENCE

**

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto