KILL THE BOREDOM, BUILD YOUR FREEDOM

16.46 0 Comments A+ a-


Namanya Lilian, seorang teman saya yang sekarang tinggal di Singapore bersama keluarganya.

Pagi itu, saya sempat bertelpon dan saling menyapa, setelah lama tak berjumpa.

Setelah lulus SMA di Bandung, Lilian mendapatkan beasiswa ke Perancis. Sebenarnya rombongan mahasiswa ke Perancis, waktu itu berjumlah sekitar 40-an. Mereka dibagi ke beberapa kota. Biasanya satu group sekitar 6-8 orang, kemudian mereka dikirimkan ke universitas di kota-kota yang berbeda. Ada yang ke Nantes, Nancy, Paris, Lille, Toulouse dan Rouen.

Nah, anehnya Lilian ini (bukan nama sebenarnya), dikirimkan seorang diri , pergi ke sebuah universitas di kota Marseille, di selatan Perancis.

Terbayang kan? Seorang gadis muda , berumur 17 tahun, dari Bandung, belum pernah ke luar negeri, dan tiba-tiba harus tinggal dan kuliah sendirian (selama 5 tahun) di Marseille, tanpa mengenal siapapun.

**

“Terus kamu ngapain aja, Lilian?”

“Ya aku bergaul sama temen-temen kuliah?”

“Ada orang Indonesia? Atau Asia?”

“Boro-boro! Adanya mahasiswi dari Senegal dan Ivory Coast, kami tinggal di asrama Wanita. Mau gak mau aku harus menyesuaikan diri. Aku makan makanan afrika. Bergaul sama orang afrika. Setelah beberapa tahun, aku mulai akrab bergaul juga dengan mahasiswa Perancis.”

Saya membayangkan, bahwa dia pasti kesepian dan menderita.

“Kamu gak menderita dan kesepian seorang diri?” 

“Seharusnya begitu ya? Tapi aku ini bukan lahir dari keluarga priviledged. Jadi bisa dapat beasiswa (full, tuition dan living cost), di Perancis, aku sudah bersyukur banget. Tiap hari aku mensyukuri betapa beruntungnya aku. Betapa berbahagianya aku. Sementara ada temen-temenku yang gak bisa kuliah. Atau bisa kuliah tapi dengan mereportkan orangtuanya. I don’t want that.

Jadi *rasa syukur itu menjadi energi setiap hari bagiku*”

**

Wow, saya langsung mencatat, *the feeling of gratefull is a source of energy,everyday.*

Did we do it?

Banyak dari kita yang setiap hari stress, beban pekerjaan berat, banyak masalah, kadang boss sangat demanding, kadang anak buah kita rewel, kadang ada masalah keluarga. Kadang kita bersedih.

How do you get your energy? Pernahkah kita menggunakan rasa syukur untuk menjadi sumber energi kita setiap hari? Kesedihan adalah sebuah proses kehidupan. Berharap untuk hidup tanpa sedih itu seperti berharap bahwa dunia ini hanya ada siang, gak ada malamnya, mustajab ... eh mustahil!

Apakah saya pernah sedih? Off course. Some of you may see me smilling, laughing, making jokes, conducting fun speech or training, doing magic , entertaining ...etc. But I am only a human being. Sometimes I cry (ask my wife), sometimes I am angry (ask my children) and sometimes I am stressfull too (ask my team). And to all of them I said,”I am sorry, I am only a human being!”

Jadi jangan malu kalau bersedih, jangan malu kalau menangis, jangan malu kalau stress, karena kita semua adalah manusia biasa! Tentu saja jangan sedih berkepanjangan, nanti anda tidak semangat lagi untuk hidup. Jangan menangis berkepanjangan , nanti mata anda bengkak (nobody look pretty kalau matanya bengkak).

Dan jangan stress berkepanjangan, anda harus segera bangun lagi dan menjemput opprtunity berikutnya. How to do it? Dengan bersyukur, seperti Lilian, membunuh kebosanannya (tinggal sendirian selama lima tahun di Marseille) dan membangun kebebasannya (sampai akhirnya lulus cemerlang setelah lima tahun, dan akhirnya mendapatkan pekerjaan bagus dengan gaji yang tinggi).

*Kill your boredom, build your freedom.*

**

Apa yang kita bisa lakukan

a) *Tuliskan 10 blessing anda*

Kemudian anda ambil satu lembar kertas lain. Dan anda tuliskan 10 blessing yang anda punya, 10 hal yang anda harus syukuri dalam hidup ini.

- Saya masih sehat. - Saya masih bisa makan dengan nikmat. - Saya mempunya tubuh dengan anggota badan yang lengkap tanpa cacat. - Saya masih mempunyai keluarga yang sangat menyayangi saya ....- Saya masih mempunyai pekerjaan - Saya masih mempunyai gaji setiap bulan. etc ...etc ...

Tuliskan semuanya.  Karena terkadang kita lupa bahwa hidup kita penuh blessing. Padahal semuanya tergantung cara kita memandang hidup. Zidenine Zidane (juara dunia sepakbola) pernah  berkata,”Waktu saya kecil dan miskin, saya bersedih karena saya tidak punya sepatu untuk sepakbola. Kemudian saya melihat sesorang yang tidak mempunyai kaki”

Lihat betapa dia tadinya bersedih, dan hanya karena dia mengubah paradigma (caranya memandang kehidupan), dia langsung menghapus kesedihannya. *IT IS IN YOUR MIND!(

**

b) *Bersyukurlah bahwa masih lebih banyak blessing anda dibandingkan dengan kesedihan anda*

Nah, sekarang anda menghitung. Anda punya 10  blessing. Anda punya satu kesedihan. Berapa skor kebahagiaan anda? 9 ? Sembilan! This is a very good score! Kalau anda dulu di sekolah dapet nilai 9 (maximumnya 10 ya), anda senang atau enggak? Pasti senang! Kalaupun masalah atau kesedihan anda ada 3, score kita masih 7. You should be happy about it.

Lagian anda sedang menjalani kehidupan. Siapa yang mengontrol kehidupan anda? Yang Maha Kuasa kan? Apakah anda berani memaksa-Nya untuk selalu memberikan angka 10 (perfect happiness!). Dont be greedy! Ingat saat Zinedine Zidane tidak punya sepatu dan melihat orang yang tidak punya kaki? Bersyukurlah!

**

c) *Do something NEW, distract yourself, missdirect yourself*

Ok, setelah anda bersyukur, sekarang lakukan sesuatu yang baru, untuk mengalihkan perhatian anda, untuk menggantikan fokus pikiran anda dengan yang lain, untuk melupakan masa lalu dengan hal lain yang lebih positive!

Usaha anda bangkrut? Coba belajar hidrophonic!

Coba belajar menulis buku (“10 jebakan yang harus anda hidari pada saat anda merintis usaha anda”)!

Coba memulai olahraga baru!Coba memulai hobby baru! 

Anda di-PHK? Dengan pesangonnya kenapa anda tidak kuliah lagi, MBA atau Master of Finance! Coba keliling Indonesia dan mencari business opportunity baru! Whatever that will make you fresh in the morning and want to do something new!

**

d) *Get up, let go the past, move on with your life!*

Ok, sekarang semangat anda sudah naik, keep it up. 

Your life will not improve by crying about your past. Your life will improe because you continuously have fun with today and build your fondation for your future .

Hidup anda tidak akan menjadi lebih baik karena anda menangisi masa lalu.

Hidup anda akan menjadi lebih baik karena anda terus menerus menikmati hari ini dan menyiapkan fondasi yang kuat untuk masa depan anda! But seriously it means you need to forget the past, enjoy the present and continuously prepare for the future.

Ibaratnya hidup anda adalah naik bus (TransJakarta), setiap kali bus anda berhenti di sebuah halte, tinggalkan beban (dan kesedihan) masa lalu anda di halte itu, dan berangkatlah tanpa beban apapun melaniutkan perjalanan anda menuju halte-halte berikutnya.

Jadi ingat ya, untuk menghapus kesedihan anda, jangan lupa menghitung blessing anda.

Dan ingat , kill your boredom, build your freedom, dengan menggunakan rasa syukur sebagai sumber energi anda, setiap hari!

**

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto