Live, Learn, Lead

07.07 0 Comments A+ a-

HOW DO YOU LIVE?
HOW DO YOU LEARN?
HOW DO YOU LEAD?


Namanya James, seorang Inggris yang sekarang menjadi CEO di sebuah perusahaan multinasional di Singapore. Minggu pagi itu saya naik kapal ferry bareng dengannya dari Singapore menuju Bintan untuk menghadiri sebuah event di sana.
James sudah malang melintang di beberapa benua, dan juga mempunyai banyak pengalaman berharga yang membuatnya menjadi salah satu CEO yang disegani di Singapore saat ini. Maka saya menggunakan waktu perjalanan ke Bintan untuk untuk belajar dari kehidupannya. Dan James dengan bijaknya pun sharing pengalaman-pengalaman hidupnya yang menarik.

Saya tadinya berfikir bahwa James adalah anak orang kaya yang mendapatkan banyak pendidikan yang bagus dengan disokong oleh orangtuanya. Ternyata cerita hidupnya tidak semanis itu.

James terlahir di sebuah kota pelabuhan di Inggris. Ayahnya adalah seorang pelaut yang jarang pulang. Secara ekonomi mereka tidak berkecukupan. Ibunya pun akhirnya menjadi pecandu alkohol yang sering melakukan abuse secara verbal kepada James.
Akhirnya James memberanikan diri lari dari rumahnya dan ditampung di sebuah panti asuhan di tempat lain.
Di sini ternyata teman-temannya mem-bully James secara fisik habis-habisan.
James struggle dengan kehidupannya tetapi dia tidak menyerah.
Entah mengapa, James sudah mengerti,"You cannot control what will happen to you, but you can control how you react to them"
Karena James rajin membaca, James tahu bahwa sebuah berlian harus tetap menjadi berlian di manapun dia berada, di hutan, di laut , di padang pasir atau di WC sekalipun.
Maka James tidak mau membiarkan hal-hal external mempengaruhi karakternya secara negative.
"I refuse to let the external influence impacting my character in a negative way!"
Dan James pun terus membaca banyak buku biografi orang-orang sukses dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian James mendapatkan beasiswa di sebuah Universitas ternama di Inggris. Dan James pun menjalani kariernya dengan semangat baja, sampai akhirnya sekarang menjadi CEO.

Tentu saja tidak mudah menjadi seorang CEO, begitu banyak ujian, hambatan dan halangan yang dialaminya. Tetapi sekali lagi, James selalu menyambut mereka dengan positive, menganggap itu sebagai sumber motivasi dirinya sendiri.
James tidak membiarkan hal-hal external mempengaruhi dirinya secara negative. James mengontrol pengaruh itu dan mem-filter sebelum masuk ke dalam dirinya.
Kalau sesuatu itu membawa pengaruh positive (misalnya dengan  mengamati role-modelnya, atau dengan membaca biografi orang-orang sukses), maka dia akan membiarkan pengaruh positive itu masuk ke dalam dirinya, membuat dia jadi mempunyai aura positive dan meningkatkan dirinya.
Tetapi kalau itu hal-hal external itu akan membawa pengaruh negative, James akan segera membentuk benteng untuk melindungi dirinya dari pengaruh negative itu (bukannya malah membiarkan pengaruh negative itu memasuki dirinya).  Dan dengan itulah James menjalankan hidupnya, mengontrol dan mem-filter pengaruh yang masuk ke dalam hidupnya, dan memperbaiki karakternya sehingga tumbuh dari seorang anak remaja lusuh yang ter-bully di kota pelabuhan di Inggris sampai sekarang menjadi CEO sebuah multi-national company di Singapore.

Apa yang bisa kita pelajari dari James?
Dalam hidup ini kita punya pilihan!
Kalau kita pergi ke pasar,
kita bisa pilih makanan segar,
atau pilih makanan basi.
Pilihlah makanan segar , agar kita sehat.
Jangan pilih makanan basi, nanti kita sakit.
Kita juga akan menerima banyak pengaruh positif, dan pengaruh negative.
Tolaklah pengaruh negative karena akan membuat jiwa kita sakit.
Terimalah pengaruh positive karena akan membuat jiwa kita sehat, dan karaker kita tumbuh dengan baik.

Pembicaraan kami terganggu sejenak, karena pelayan yang membawa capuccino pesanan kami.
Kemudian James pun melanjutkan diskusi dengan sharing beberapa stage dari kehidupannya.

Kita dengar satu persatu ya ...

0. LIVE

Pertanyaan pertama adalah "How do you Live", bagaimana anda hidup?
Apakah anda hidup dengan selalu memancarkan aura positive?
Atau anda adalah orang yang suka spread the negative energy dengan menceritakan masalah (pribadi) anda kepada semua orang?
Ingat, dari semua orang yang anda ceritai masalah (pribadi) anda, percayalah sebagian besar tidak akan perduli dengan masalah anda, yang sisanya? Yang sisanya mungkin saja ikut senang karena anda punya masalah itu 😁.
Remember, be positive and spread the positive energy around you.


0. LEARN

Kalau anda mau maju, kata James, satu-satunya cara adalah dengan belajar (learn) sebanyak mungkin. Manusia hanya mempunyai 24 jam dalam sehari, dan hanya 7 jam seminggu. Yang paling sukses biasanya adalah yang menggunakan waktunya lebih banyak daripada yang lain untuk belajar dan memperbaiki karakternya.
How much do you learn everyday? This will define how much you will progress in the future!

Seorang sahabat saya, sebut saja namanya Tiara, seorang HR Director, saking extreme nya pengin  belajar, sampai dia  berpartisipasi dalam sebuah video conference call learning event, pada malam ulang tahunnya !
Sementara yang lain pasti memilih makan malam dan pesta bersama teman-temannya.

Saya sendiri biasanya membaca buku sebelum tidur (setiap hari!), sampai biasanya akan selalu minimal ada 5 buku di sebelah tempat tidur saya.

Read, read, read!
Learn, Learn, Learn!

0. LOVE

James meneruskan diskusinya. Bagi James, Live and Learn is about yourself. Tetapi sekarang waktunya untuk melakukan sesuatu untuk orang lain. Dan James menamakannya "LOVE”
You love others, so you will help them.
You love your company, so you will work hard and contribute.
You love your boss, so you will follow her instruction and challene her in the positive way if needed.
You love your peers, so you will break the silo and you will cooperate, collaborate and help each-other to achieve common objectives.
You love your subordinates, so you will coach them and develop their career.
You love your family, so you will do everthing to protect and make sure that they are comfortable.
See, it all started with Love!
If you don't love people, you will have the trouble to find peace with yourself!

0. LEAD

After you learn and you love people, now it is time to lead others.
Jadilah pemimpin yang baik.
Pada akhirnya sebagai leader, anda akan dinilai dari bisnis result yang anda hasilkan, ataukah anda di sales, marketing, HR, finance atau di manapun, seorang business leader and deliver great business result.

Tetapi, sebelum mencapai business result, anda harus menjadi pemimpin yang baik bagi team anda. Selalu memotivasi dan men-develop mereka.

Dan, sebelum anda menjadi pemimpin yang baik bagi bisnis anda, dan bagi team anda, ternyata yang paling susah adalah menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri,
menjadi contoh dan teladan bagi anak buah kita dan yang lain.

That's leadership!

0. LEGACY

Pada saat seseorang sudah menjadi good leader seperti James, saya pun penasaran, apa sih yang masih dia harapkan?

Ternyata James menjawab,"I need to put behind me a good legcy"

Suatu saat James tidak akan ada di perusahaan itu lagi.
Suatu saat James mungkin tidak berada bersama kita lagi.
Pertanyaan James adalah,"Apa yang orang akan ingat tentang kita?"

Dan James masih tetap bekerja keras setiap hari karena James ingin meninggalkan legacy yang positive!
Yang kita pelajari adalah bahwa ternyata life is a learning journey, terus-menerus belajar, terus menerus bekerja keras, untuk kita sendiri, untuk keluarga kita, untuk karier kita dan untuk sesama manusia!


Jadi ingat baik-baik, sharing dari James hari itu intinya adalah:
How do you live?
What did you learn?
How do you love others?
How do lead your team?
and finally, What is the Legacy that you want to put behind you ....

And don't forget that
what you learn today, will define how you progress in the future!



Pambudi S

SELAMAT DATANG DI ABAD OTAK

05.07 0 Comments A+ a-

Di lingkungan bisnis yang terus berubah dengan sangat cepat (volatility), dengan penuh ketidakpastian (uncertainty), dan sangat rumit (complexity), serta membingungkan (ambiguity), James Gwee memberikan semangat kepada teman-teman komunitas _Aspirasi, BM,_ dan _NLP Indonesia Bersatu dengan memberikan solusi kali ini melalui topik; REBORN - strategi lahir kembali (Neuronesia diundang oleh NLP Indonesia Bersatu, gala dinner @ D'Cost VIP, Jl. Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa, 31 Oktober 2017).

Reborn sebagai "Billionaire Mindset".

Reborn diperoleh dengan 3 strategi R, yaitu;
• Release
• Reframe
• Rejuvenate.

Sesuatu yang baru muncul dan mengubah cara kita bekerja, cara kita hidup atau pun bermain. Tidak ada yang sama lagi, dan jalan baru perdagangan tercipta. _Welcome to the era of disruption._ Selamat datang di jaman disrupsi.

Dahulu kala, bumi diyakinkan tidak bundar seperti pemahaman sekarang. Bumi diyakini datar. Sampai pada akhirnya tahun1492, *Christopher Columbus* berlayar keliling dunia membuktikan bahwa bumi memang benar-benar bulat.

Tahun 1903, *Henry Ford* pergi ke bank untuk memperoleh pinjaman investasi. Dan berhasil memproduksi mobil terbanyak (masif) pertama kalinya. Sebelumnya terkenal dengan komentar berikut; "Kuda itu ada di sini untuk tinggal tapi mobil itu hanya barang baru - sebuah mode." - Presiden Bank Tabungan Michigan menasihati pengacara Henry Ford, Horace Rackham, untuk tidak berinvestasi di Ford Motor Co.

Tahun 1921, *David Sarnoff* menasihatkan kepada teman bisnisnya untul menginvestasi di industri radio. Kotak musik nirkabel tidak memiliki nilai komersial yang bisa dibayangkan. Siapa yang akan membayar sebuah pesan yang tidak terkirim kepada siapa pun? Rekan David Sarnoff menanggapi permintaan terakhir untuk investasi tersebut.

Ingat pernyataan kalimat di bawah ini, sebelum terwujudnya kereta api cepat. "Perjalanan dengan kecepatan tinggi tidak dimungkinkan karena penumpang tidak dapat bernafas, akan meninggal karena asfiksia." *Dr. Dionysius Lardner,* 1830.

*Decca Recording* tahun 1962 juga awalnya menolak The Beatles. Siapa yang tahu kalau group band ini bakalan meledak.

*Steve Jobs* juga, drop out dari sekolah yang berhasil meledakan produk-produk komputernya (Apel).

*Kenneth Harry "Ken" Olsen* adalah seorang insinyur Amerika yang mendirikan Digital Equipment Corporation (DEC) pada tahun 1957 bersama rekannya Harlan Anderson dan saudaranya Stan Olsen.

Pada tahun 1980, *Apple II* dan komputer pribadi lainnya dipasarkan mengubah pikiran perusahaan komputer yang lebih tua dan lebih tua tentang masa depan komputasi personal. *IBM,* yang mendominasi pasar komputer mainframe besar, dan Digital Equipment Corporation, yang telah melakukan bisnis yang booming dalam apa yang kemudian dilihat sebagai komputer "lebih kecil" dengan berbagai macam aplikasi, lamban melihat PC itu adalah gelombang. Masa depan Ken Olsen, pendiri *DEC* (yang dinyanyikan Bill Gates saat remaja), telah membongkar PC sejak 1977, ketika dia memberi tahu sebuah konvensi tentang World Future Society, "Tidak ada alasan bagi setiap individu untuk memiliki komputer di rumahnya." Judgment yang terkenal keliru ini mangartikan bahwa DEC kemudian harus melakukan usaha besar untuk mengejar ketinggalan, dan akhirnya menyebabkan Olsen harus keluar dari perusahaan.

Sama seperti *Xerox* pertama kali melihat peluncuran produknya *IBM,* dan memohon untuk bergabung.

Dan masih banyak kesalahan-kesalahan besar lainnya. Perusahaan-perusahaan yang gagal beradaptasi telat merespon perubahan.

Contoh lain; *Yellow Pages.* Dulu phone directory sempat melambung tinggi. Sekarang bisa dipastikan - bila masih ada hotel yang menyimpan buku tersebut, kelasnya ketahuan :)

Kekaisaran abad ke-21 tidak akan dibuat oleh _bricks & mortar,_ tapi pikiran. Jadi perang sebenarnya adalah di pikiran atau kualitas otak manusianya. Hadapi kenyataan! Apa kenyataan kita? *RELEASE* lah jawabannya.

Bergeraklah, sebelum kita merasa perlu untuk bergerak.

_We can't solve problem by using the same kind of thinking we used when we created them._ Kita tidak bisa memecahkan masalah dengan menggunakan jenis pemikiran yang sama seperti yang kita gunakan saat kita menciptakannya *[Albert Einstein].*

_*REFRAME* - Change the way you think of things._

Coba pikirkan kembali, atau rubah cara pikir kita untuk segala hal. Beberapa fakta sebagai berikut:

• *Uber*, perusahaan taxi terbesar di dunia yang tidak memiliki kendaraan.
• *Airbnb* adalah perusahaan penyedia akomodasi terbesar namun tidak mempunyai real estate.
• The most popular media provider yang tidak punya konten adalah *Facebook.*
• *Instagram* menjadi perusahaan yang memiliki koleksi foto termahal yang tidak memiliki kamera.
• *Netflix* perusahaan TV berbayar terbesat yang tidak memiliki kabel.
• *Alibaba* berhasil menjadi perusahaan retailer yang tidak memiliki inventory.

Change - Challenge the status quo!

Bila ingin maju menjadi pemenang berikutnya, tantang dan hadapi pemenang status quo yang ada. Diperlukan kreatifitas, inovasi, dan solusi. Dibutuhkan darah segar _(fresh blood)._ Dari generasi millennial terdapat pemikiran-pemikiran baru dan ide-ide cemerlang. Kita harus mau belajar dari mereka.

Lihat ide gagasan seorang jenius Nadiem Makarim yang berhasil merealisasikan menjadikan layanan GoJek dan brand-brand salience turunannya. Bila kita ke kantornya yang penuh dengan interior menarik, di bawah jam 11 siang akan terlihat sepi. Karena memang jam masuk kerjanya. Kantor dibuat senyaman mungkin. Ruang-ruang diskusi dibuat menarik dengan warna warni yang dinamis. Diskusi tidak selalu harus di atas bangku dan meja.

_"If it's not impossible why do it."_ Begitu semboyan kerjanya yang terpampang di salah satu dinding ruang kerja mereka.

_"Look at the world through the eyes of young and restless."_

"Yang buta huruf abad ke 21 bukanlah seseorang yang tidak bisa membaca dan menulis, akan tapi seseorang yang tidak dapat belajar, tidak mempelajarinya, dan belajar kembali dari segala hal yang telah ia pelajari." Gordon Moore,  Intel's legendary co-founder and former CEO.

Leaders Thrive on Problems

Ingat kesuksesan *Soichiro Honda* produsen yang berasal dari Jepang - negara yang pernah dibom oleh Amerika, mengatakan: "I knew that I could succeed in the WOLRD MARKET, then automatically it would follow that we will lead in the Japanese market."

Jadi ingat tingkatan untuk REJUNEVATE:
• Thrive
• Challenged
• Accept
• Stress!

(BSS)


Re Invent Your Career

21.01 0 Comments A+ a-

Berita ttg berbagai perusahaan besar tutup dan menyatakan diri bangkrut, *tdk identik dgn pemilik perusahaan tsb bangkrut*.  Bisa jadi para taipan tsb menutup 1 perusahaan nya krn dinilai sudah tdk menguntungkan dan re- invent di bisnis lain yg dinilai bakal lbh menguntungkan. Hanya kita saja yg saat ini belum tahu, karena tentunya tdk mungkin mereka bikin pengumuman spt begini "bersama ini sy menutup seven eleven, krn ada bisnis seven sixty yg lbh baik 😅" Jadi saat ini kita hanya tahu, tutup, tutup, tutup ... belum tahu apa yg mereka bikin, bikin, bikin ... coba baca history dibawah ini.

*Fuji Film berubah menjadi pemasok bahan kecantikan dunia*

Beberapa bulan yang lalu saya ikut kuliah terbuka di INSEAD, Paris. Dan professornya sharing tentang bagaimana sebuah perusahaan harus terus menerus "re-inventing" dirinya sendiri.

Kita semua tahu nasib Kodak, sebuah perusahaan yang gagal re-invent dirinya sendiri, dan kita semua tahu nasib tragis yang dialami perusahaan besar tersebut.

Ternyata besarnya perusahaan, banyaknya uang yang dimiliki, dan kesuksesan masa lalu sebuah perusahaan sama sekali tidak menjamin kesuksesan dan keberlangsungan sebuah perusahaan di masa depan!

Kemudian profesor itu bertanya,"Apakah anda tahu apa yang terjadi dengan Fuji Film?"

Ternyata di antara peserta banyak yang tidak tahu.
Well, kita semua sih tahu bahwa dulu Fuji Film juga berjaya, bahkan pada tahun 1980-an hampir di semua praparan di Jakarta selalu ada toko berwarna hijau bernama Fuji Image Plaza tempat kita mencetak foto foto kita. Kebayang gak, profit yang mereka hasilkan dari situ?

Cuma ternyata orang lama lama tidak mencetak lagi. Di Indonesia kita tidak lagi melihat banyak toko Fuji Image Plaza, pelan pelan mulai tutup satu per satu. Tetapi bagaimana dengan Fuji Film di Jepang? Apakah mereka bangkrut? Ternyata tidak! Profit mereka masih tinggi! How they did it? They re-invent themselves. Mereka melahirkan diri mereka sendiri.

Mereka tahu mereka punya product andalan, tinta kimia untuk mencetak foto. Tetapi mereka juga melakukan penelitian yang intensive agar foto foto itu tahan lama. Ada sebuah cairan kimia yang mampu mengawetkan foto foto itu. Dan ternyata dengan sedikit modifikasi, zat kimia itu bisa untuk mengawetkan kulit dan menjadi bahan untuk product kosmetika.
And ... voila!

Sekarang profitnya Fuji berkembang terus karena mereka menjadi pemasok utama perusahaan-perusahaan kosmetik dunia. Ini adalah sebuah contoh bagaimana sebuah perusahaan bisa "re-inventing itself". Dan sekarang mereka survive , sukses dan berjaya.
That's the difference between a great company and others, they can re-invent themselves.

Ada pepatah mengatakan,"Kita tidak bisa mengendalikan badai yang akan menyerang kapal kita, tapi kita bisa menyesuaikan layar yang kita punya"

Pelan atau lembat, disruption pasti datang, bisnis anda akan terganggu, itu pasti, dan anda tidak bisa mencegah, mengontrol atau mengendalikan itu.
Yang bisa anda kontrol adalah bagaimana anda menghadapi disruption tersebut.

Dalam contoh di atas, Fuji mampu re-invent themselves dan akhirnya mereka mampu survive dan sukses terus!

Remember, sometimes you need to re-invent yourself to ensure your future success!

Contoh lain?
Garmin dulunya sukses dengan menjual alat navigasi GPS untuk mobil mewah, pada saat navigasi GPS software bisa didownload gratis, mereka re-invent dan sekarang menjual gadget untuk fitness, sukses luar biasa dan profit naik!

Nokia?
Anda pikir mereka sudah almarhum? Think again!
Pada saat bisnis handphone mereka menurun drastis, mereka jual bisnis itu ke Microsoft, dan mereka focus ke network infrastructure (BTS, Switching ...etc). Sekarang Nokia network infrastructure berjaya , menjadi one of the market leader, bahkan membeli Motorola, Siemens, Alcatel dan Lucent!

They re-invent themselves!
By the way, itu bukan pertama kalinya mereka melakukan itu , Nokia dulunya adalah perusahaan yang memproduksi kayu dan hasil hutan, karet, ban mobil, kemudian mereka re-invent dan memproduksi kertas, kemudian kabel, kemudian TV, handphone dan sekarang mereka berjaya dengan network infrastructure!

HOW about YOU?
Are you ready to re-invent yourself?

Saya dulu berijasah Bachelor dan Master dalam Computer Science, dan saya me- re-invent diri saya sendiri menjadi Human Resources.
Seorang sahabat saya , sebut saja namanya Arini, dulunya adalah Network Planning Engineer di sebuah perusahaan telekomunikasi, sekarang dia re-invent dirinya menjadi seorang Sales Director di sebuah operator telekom besar di negeri ini.
Seorang talent pulang dari Hong Kong dengan ijasah Micro-Biology, dan karena characternya yang hardworker dan quick-learner, saya recruit dia menjadi Management Trainee di Citibank, dan sekarang dia sudah mapan meniti kariernya sebagai banker.

Itu adalah beberapa contoh orang yang berhasil re-invent dirinya sendiri dan re-invent kariernya.

Apapun yang anda kerjakan sekarang, perusahaan apapun di mana anda bekerja sekarang, industry di mana anda bekerja sekarang, tidak ada yang akan terhindar dari disruption yang akan mengganggu bisnis anda, dan kalau anda tidak bersiap siap , karier anda bisa meniru Kodak. Namun kalau anda bersiap-siap dan ready to re-invent yourself, anda bisa menjadi Garmin, Fuji atau Nokia yang terus menerus sukses.

Jadi, apa yang anda bisa lakukan untuk re-invent yourself?
Ikuti kelima langkah di bawah ini ...

1. ANALYSE YOUR CURRENT STRENGTH

Analysa, identifikasi dan catat, sebenarnya kekuatan anda itu di bidang apa? Apakah yang anda mampu lakukan dan lebih jago daripada yang lain?
Apakah itu design? Mengembangkan product baru? Menjual? Meyakinkan customer? Presentasi?  Berkomunikasi? Merancang proses? Mengimplementasikan proses? atau apa? Identifikasi 3 strength anda.

2. DEFINE THE NEW GREEN FIELD THAT YOU WANT TO EXPLORE

Cari bidang baru atau industry baru (di luar profesi atau industry yang anda tekuni sekarang) yang anda bisa explore.
Challenge the status-quo.
Keluarlah dari comfort zone.
Ingat comfort dan progress tidak bisa berjalan bersama.
Kalau anda mau confortable (nyaman), siap siap, anda tidak akan maju.
Kalau anda mau progress (maju), siap siap, perjalanan hidup anda tidak akan comfortable (nyaman).

3. FIND YOUR STRENGTH THAT YOU CAN USE IN THE NEW GREEN FIELD

Nah, dari semua strength yang anda miliki, special skills apa yang anda miliki dan bisa diterapkan di area yang baru.
Saya dulu adalah seorang insinyur, kemudian pada saat saya menemukan strength saya dalam hal presentasi dan komunikasi, maka saya pun berganti menjadi trainer (dalam bidang telekomunikasi), kemudian saya berganti arah lagi menjadi trainer dalam bidang leadeeship, setelah itu menjadi Training and Development Manager, dan kemudian menjadi HR Director!

Sahabat saya Arini adalah Network Planning Manager, ternyata punya strength dalam project management, dia menjadi Project Manager, kemudian dia banyak berpartisipasi dalam Sales Project Management , dan akhirnya menjadi Sales Director!

Temukan strength anda, yang akan anda gunakan sebagai modal anda untuk berkarier di tempat baru.

4. LEARN OTHER KNOWLEDGE NEEDED IN THE GREEN FIELD

Nah, meskipun anda sudah punya asset, tetap saja anda harus belajar skills yang lain yang dibutuhkan .
Meskipun Arini sudah jago dalam sales project management, Arini masih harus belajar bidang bidang sales yang lain.
Meskipun saya sudah menguasai masalah training and development, sebelum saya menjadi HR Director, saya juga harus mempelajari competences yang lain yang juga dibutuhkan.
Remember, we have moved from age to agility. Sekarang bukan lagi kompetensi tentang umur atau pengalaman anda.
Sekarang adalah kompetisi di mana siapa yang lebih banyak belajar dan bekerja keras yang akan memenangkan kompetisi di masa depan.

5. GO ON, BE BRAVE and CHALLENGE YOURSELF ...

OK, sekarang anda sudah siap melangkah, asset anda sudah cukup. Ambil resiko, explore and experiment!

Banyak yang sudah punya mobil yang CC  mesinnya tinggi, dan jago menyetir, tapi gak berani injak pedal!
Takut nabrak!

Life is about taking risks.
Be brave, challenge yourself in a new green field!

Jadi ingat, to reinvent yourself and your career...

7 Soft Skill yang Bisa Kita Dapatkan Saat Kuliah dan Bermanfaat di Dunia Kerja

22.56 0 Comments A+ a-

Saat kuliah, kita enggak hanya mendapatkan ilmu pengetahun yang bermanfaat buat hidup kita, tapi juga soft skill. Dalam dunia pekerjaan, soft skill jadi hal yang sangat diutamakan.
Selama kuliah, ternyata kita juga bisa mengembangkannya lho. Ini dia 7 soft skill yang bisa kita dapatkan saat kuliah.
Teamwork
Teamwork adalah salah satu jenis soft skill yang paling diutamakan dalam dunia kerja, karena saat bekerja nanti kita enggak hanya bekerja seorang diri, tapi juga harus berkerja bersama tim.
Selama kuliah, kita akan menemukan banyak situasi di mana kita harus bekerja secara kelompok mulai dari mengerjakan tugas kuliah atau mempersiapkan acara kampus.
Presentasi
Kemampuan soal presentasi akan sangat berguna nantinya kalau kita berada di lingkungan kerja. Kita yang sering merasa nervous atau demam panggung saat berbicara di depan banyak orang, perlahan-lahan akan melatih kepercayaandiri kita supaya lebih berani lagi.
Di perkuliahan nantinya, kita akan sering menemukan tugas yang mengaharuskan kita untuk mempresentasikannya di depan kelas.
Mengatur waktu
Kebiasaan kita yang suka ngaret atau enggak disiplin dengan waktu, bakal banyak dilatih nantinya pada waktu kuliah hingga magang. Di masa perkuliahan misalnya, ada beberapa dosen yang mengharuskan kita untuk datang tepat waktu atau hanya memberi waktu terlambat maksimal 15 menit jika pengin mengikuti kelasnya.
Jelas kedisiplinan kita soal waktu bakal terlatih. Ditambah lagi dengan deadline pengumpulan tugas yang ditentukan oleh dosen. Pada akhirnya, kita bisa mengatur diri kita sendiri untuk bisa mengumpulkan tugas tepat waktu.
Kreativitas
Di dunia kerja nanti, kemampuan berpikir kreatif akan sangat dibutuhkan, terlebih lagi karena pasar global yang semakin kompetitif untuk memproduksi barang-barang yang bisa menarik para konsumen. Di bangku perkuliahan, kita bisa banget melatih kemampuan berpikir kreatif.
Critical Thinking
Kemampuan mengkritisi banyak hal di sekitar kita juga dibutuhkan lho. Critical thinking meliputi kemampuan berpikir secara mandiri, bertanggung jawab, dan juga produktif. Kemampuan ini bisa kita latih saat mengkritisi topik-topik dalam mata kuliah kita.
Beradaptasi
Dalam dunia kerja, kita dituntut untuk bisa beradaptasi dan fleksibel dengan perubahan. Selain di masa perkuliahan, organisasi kampus, dan magang, kita juga bisa melatih kemampuan beradaptasi kita dengan mengikuti program relawan.
Problem solving
Selama kuliah, kita akan dihadapkan dengan banyak masalah yang memerlukan problem solving. Mulai dari menentukan poin-poin penting yang bisa kita tulis dalam esai, atau ketika kita harus mengatur keuangan selama hidup menjadi mahasiswa.
Sampai kita lulus nanti, kita akan menemukan banyak hal yang harus kita putuskan, sehingga kemampuan problem solving kita semakin terlatih.
Dalam dunia kerja, kemampuan ini bisa digunakan dalam pekerjaan setiap harinya. Jangan sia-siakan masa magang, karena di masa itu kita bisa melatih kemampuan ini menjadi lebih baik lagi.

Sumber: cewekbanget dot id